Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Miskat (jatim.kemenag.go.id)
Dream - Miskat. Kakek 70 tahun ini membuat banyak orang kagum. Sebab dia mampu menyisihkan penghasilan yang kecil hingga mampu dipakai menunaikan ibadah haji tahun ini.
Pria asal Probolinggo, Jawa Timur, ini hanyalah pemulung. Saban hari dia mencari nafkah dengan memungut sampah. Kardus, botol, serta barang bekas lain menjadi penghidupannya.
Bermodal sepeda butut, dia berkelilingg lima kampung untuk memulung. Sejak matahari merekah hingga redup di ufuk barat.
Penghasilannya pun tak menentu. Jangan Anda bayangkan dia memegang uang ratusan ribu dari penjualan barang bekas itu. Tidak. Dia hanya membawa pulang Rp15 ribu hingga Rp30 ribu.
Dengan penghasilan itulah dia bertahan hidup. “ Saya makan di warung. Sekali makan lima ribu, sehari dua kali,” tutur Miskat, dikutp dari laman jatim.kemenag.go.id, Kamis 26 Juli 2018.
Hidup dalam bekap kemiskinan itu tak membuat Miskat lupa dengan cita-cita semenjak kecil. Ingin berhaji. Mendatangi Baitullah. Dari penghasilan kecil itu dia sisihkan.
“ Ya lama nabungnya, kalau punya uang, kan buat makan. Kadang tiga ribu, lima ribu,” ujar dia.
Delapan tahun silam, uang itu terkumpul, meski hanya tiga juta. Dengan uang itu, dia nekat datang ke H. Saiful, pemilih salah atu KBIH, di Probolinggo.
Kepada Saiful, Miskat menyampaikan niatnya untuk berhaji. Uang kumal tiga juta yang diikat karet turut diserahkan pula. Miskat lantas diantar Saiful mendaftar haji, dana talangan dengan jaminan pemilik KBIH itu.
Namun, hingga mendekati satu tahun jatuh tempo pelunasan talangan, Miskat belum bisa melunasi. Saiful menuturkan, dana talangan dapat dilunasi Miskat hingga 3 tahun.
Empat bulan menjelang keberangkatan, Miskat mulai sakit sesak. Ia tak bisa memulung lagi. Namun ia tetap semangat pergi haji. Dan mimpinya ternyata terwujud tahun ini. Kini, Miskat tergabung dalam kelompok terbang 38.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya