Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jemaah Haji Indonesia (MCH)
Dream – Sejumlah orang beranggapan dosa di masa lalu akan mendapat “ balasan tunai” di Tanah Suci saat berhaji ataupun melaksanakan umroh. Saat tersesat di Tanah Suci pun tak jarang dikait-kaitkan dengan dosa di masa lalu.
Namun benarkah anggapan itu? Menurut Kepala Daerah Kerja Madinah, Endang Jumali, anggapan itu tidak punya penjelasan yang ilmiah.
“ Apapun itu prinsipnya kita beribadah kepada Allah. Tidak ada anggapan jangan-jangan saya ini karena dosa masa lalu,” kata Endang, di Mekah, Kamis 26 Juli 2018.
Hingga saat ini, sebanyak 1.004 orang jemaah haji Indonesia dikabarkan tersesat selama di Madinah. Endang mengingatkan, jemaah haji yang berada di Tanah Suci harus tetap fokus beribadah dan tak takabur.
“ Kan sebesar apapun kesombongan di Tanah Suci itu, ya Allah ampunilah. Artinya apa? Senantiasa kita berzikir, bertasbih, mengingat hari akhir terus dan itu akan membantu kita untuk terus senantiasa dekat dengan Allah, intinya kan taubat,” ujarnya.
Sementara itu, Konsultan Pembimbing Ibadah Haji Daker Madinah, Ahmad Kartono, mengatakan, tidak ada kaitannya jemaah yang tersesat ketika beribadah haji atau umroh dengan perilaku jamaah semasa hidup atau perbuatan dosa di Tanah Air. “ Jawabannya tidak ada kaitannya,” ucap Kartono.
Kasus itu, tambah Kartono, terjadi karena kondisi jemaah haji yang belum memahami kondisi lingkungan sekitarnya. “ Sekali lagi jika ditanya soal itu, jawaban saya adalah tidak ada kaitannya,” kata Kartono.
Agar tak tersesat, Kartono menyarankan jemaah haji yang keluar dari pemondokannya menandai kanan-kirinya. Jemaah diminta memahami betul situasi dan kondisi di sekitar tempatnya menginap.
“ Kuncinya jangan pisah dari regu atau rombongan, insya Allah tidak akan terjadi jamaah tersasar. Juga perbanyak doa dan dzikir, sholawat nabi,” tuturnya.
Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya