Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Suhu di Mekah diperkirakan akan mencapai 53 derajat Celcius saat puncak ibadah haji tahun ini. Jemaah calon haji Indonesia diimbau mempersiapkan kesehatan dan benar-benar meniatkan diri untuk ibadah di Armina.
“ Mensugesti diri sendiri bahwa kita dapat melaksanakan ibadah haji akan dapat memberikan semangat untuk menjaga kesehatan,” kata Miftakhul Huda, dokter psikiatri pada Klinik Kesehatan Haji Indonesia, dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan, Jumat 3 Agustus 2018.
Selain mental, kesiapan fisik juga perlu disiapkan. Jemaah haji harus cukup istirahat, banyak minum air putih, dan membawa obat-obatan. “ Bila ada keluhan dapat memeriksakan ke dokter kloter atau bila agak berat dapat dikonsultasikan di KKHI. Gunakan APD. Banyak makan buah-buahan dan banyak minum supaya tetap sehat,” tambah dia.
Perbedaan lingkungan, seperti suhu, bisa memicu kasus psikiatri. Banyak jemaah haji harus beradaptasi dengan lingkungan dan kondisi sosial yang baru. Selain itu dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit dapat menyebabkan jemaah haji mengalami perubahan tingkah laku.
Jika sudah mengalami gangguan psikiatri yang berat, maka dapat dipastikan jemaah haji tidak bisa menjalankan ibadahnya dengan baik.
Huda menyatakan bahwa pasien psikiatri sebagian besar berumur di atas 60 tahun. Para Lansia lebih sulit beradaptasi dengan lingkungan baru.
Menurut Huda, jemaah berisiko tinggi dengan masalah psikiatri sebetulnya dapat dikenali sejak di Tanah Air. Misalnya mudah lupa atau sering lupa saat menaruh barang. Dehidrasi adalah salah satu faktor yang memperberat kondisi pasien.
“ Dia sudah tua, iklim di sini beda. Di Indonesia tropis di sini panas, kelelahan, kurang cairan,” tutur dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya