Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Tim Gerak Cepat (TGC) Haji 2018 menyiagakan anggotanya untuk membantu jemaah calon haji Indonesia yang sakit. Para petugas selalu siap 24 jam sehari.
“ Kami dari tim gerak cepat siap 24 jam untuk membantu jamaah haji yang mengalami masalah kedaruratan untuk mendapat tatalaksana yang baik dan rujukan secara cepat,” kata Koordinator TGC, Jerry N. Pattimura, Kamis 26 Juli 2018.
Hingga tanggal 25 Juli 2018 pukul 12.00 Waktu Arab Saudi, TGC telah melakukan deteksi dini 79 kasus. Paling banyak, jemaah haji mengalami dehidrasi dan kelelahan.
TGC juga telah melakukan emergency response atau tindakan darurat sebanyak 82 kasus. Untuk kasus emergensi bervariasi seperti dehidrasi sedang hingga berat, heat stroke, penurunan kesadaran, serangan jantung, dan stroke akut.
Selain itu, TGC juga sering menemukan kasus, seperti gangguan pencernaan mual muntah, nyeri ulu hati hebat, gangguan pernapasan sesak nafas atau pun masalah jantung.
“ Kami juga sering kali menemukan kasus luka bakar pada kaki akibat tidak menggunakan alas kaki,” tambah Jerry.
TGC telah merujuk 4 pasien ke RS Arab Saudi dengan kasus heat stroke, patah tulang akibat jatuh dan infeksi.
Jerry mengimbau jemaah, terutama jamaah haji yang mempunyai penyakit menahun, untuk membawa obat-obatannya dan meminumnya secara teratur.
Kepada para TKHI kloter yang mendampingi jemaah, Jerry mengingatkan untuk selalu melakukan pemeriksaan secara rutin kepada jemahannya terutama jamaah berisiko tinggi.
“ Dengan rutin periksa, maka bisa dilakukan deteksi dini yang lebih cepat,” tambah Jerry.
Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya