5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Ilustrasi
Dream - Pergantian tahun nyaris tiba. Momen ini biasanya dirayakan oleh orang di seluruh dunia dengan beragam cara. Namun tahukah Anda? Perayaan tahun baru ternyata sudah dilakukan sejak masa lampau.
Hanya saja perayaan tahun baru di masa itu tentu saja berbeda dengan zaman modern. Perayaannya disesuaikan dengan adat-istiadat dan kepercayaan masing-masing masyarakat.
Dilansir dari laman History.com, Rabu, 23 Desember 2015, berikut beberapa jenis perayaan tahun baru pada masa lampau.
Wepet Renpet
Penandaan masuknya tahun baru di Mesir berabad-abad lalu ditandai dengan terlihatnya bintang Sirius (bintang paling terang).
Menurut penulis Romawi Censorinus, fenomena munculnya bintang Sirius setelah tak tampak selama 70 hari ini selalu terjadi tiap bulan Juli, bersamaan dengan naiknya permukaan Sungai Nil tiap tahunnya.
Perayaan kedua peristiwa itu kemudian disebut Wepet Renpet atau 'permulaan tahun baru'. Rakyat Mesir kuno percaya bahwa tahun baru adalah bentuk kelahiran kembali, sehingga merayakannya dengan jamuan makan dan tradisi keagamaan khusus.
Sesaji untuk Janus
Bagi rakyat Romawi, bulan Januari memiliki makna spesial. Nama bulan itu sendiri berasal dari salah satu anak berwajah dua, Janus, yakni Dewa Perubahan dan Permulaan. Janus dilihat sebagai simbol kilas balik untuk melihat yang telah lalu dan berfokus pada masa depan.
Dengan begitu, setiap tahun baru rakyat Romawi akan memberikan smeacam sesaji untuk Janus, berharap sang dewa akan memberikan keberuntungan di masa depan. Selain itu, orang Romawi akan saling bertukar kado (berupa madu dan buah kurma) dan saling mendoakan kerabat ketika bertemu.
Festival Akitu
Rakyat Babilonia dari Mesopotamia kuno merayakan tahun baru mereka dalam fetsival yang dinamakan Akitu. Festival ini diadakan setiap akhir bulan Maret, di mana menurut kepercayaan mereka, bulan baru yang muncul di minggu terakhir Maret itu menandakan terjadinya kelahiran alam baru.
Dalam Festival Akitu, patung dewa-dewi akan diarak di jalanan, dan upacara dilakukan untuk melambangkan kemenangan rakyat.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil