5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
(Sumber: Versesofuniverse.blogspot.com)
Dream - Dari ratusan spesies ular laut di seluruh dunia, spesies ular laut gelang (Laticauda Colubrina) adalah salah satu ular yang bisanya paling kuat, bahkan lebih kuat dari ular King Cobra.
Bahkan mendengar kata ular saja kebanyakan orang sudah bergidik ketakutan, apalagi berhadapan langsung dengan ular itu sendiri.
Namun di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), ada sebuah pulau yang penuh dengan ribuan ular laut. Pulau yang terletak kurang lebih 500 meter dari Pantai Oi Caba di Kecamatan Wera ini adalah sebuah pulau batu kecil yang tidak dihuni oleh manusia. Dengan menaiki perahu dari pantai, pulau ini dapat dicapai dalam waktu kurang lebih 20 menit.
Pulau ular ini oleh masyarakat sekitar diberi nama Nusa Nipa. Sementara warga Ende, Flores menjuluki pulau ini dengan nama Nuca Nepa Lale, atau pulau ular yang indah.
Sementara warga Manggarai memberi nama Nuha Ula Bungan, atau pulau ular yang suci. Bagi masyarakat sekitar, ular-ular di pulau ini bukanlah sesuatu yang ditakuti.
Sejak pulau ular mulai dikenal dan dikunjungi, masyarakat sekitar mendapatkan rezeki dengan menjadi guide dan menyewakan kapal ke pulau itu. Masyarakat sekitar yang mendatangi pulau itu tidak merasa takut sedikitpun untuk menyentuh ular-ular yang ada.
Mereka bahkan dengan santai memasukkan tangan ke celah-celah tebing batu untuk mengambil ular yang bersembunyi.
Menariknya, ular laut di pulau ini juga mendatangi orang apabila dipanggil. Meskipun begitu, pengunjung dari daerah lain tidak bisa sembarang menyentuh ular begitu sampai di pulau itu.
Kabarnya, ular di pulau harus terlebih dahulu dipegang oleh orang lokal, jika tidak, bisa digigit oleh ular itu. Untuk memegang ular tidak perlu menggenggam dengan erat, cukup biarkan ular berkeliaran di tangan Anda.
(Ism, Selengkapnya baca di sini.)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil