Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Nuikita Wachid (Foto: Instagram @nuikitaw)
Dream - Kita sering mendengar pepatah, Tuntutlah ilmu hingga ke negeri China. Di era globalisasi seperti saat ini, nasihat tersebut tampak sangat relevan karena setiap orang kini bisa menempuh pendidikan di negara manapun.
Walaupun Indonesia memiliki banyak perguruan tinggi berkualitas baik, setiap orang memiliki hak dan peluang untuk membuka wawasan dengan melanjutkan sekolah ke luar negeri. Pandemi Covid-19 yang terjadi di banyak negara juga bukan alasan untuk memupus mimpi tersebut.
Seperti yang dilakukan Nuikita Wachid, seorang penyandang gelar sarjana yang melanjutkan pendidikam master (S2) di Taiwan. Nuikita mengambil program Master of Business Administration di National Taiwan University of Science and Technology.
Memulai pendidikannya sejak tahun 2019, atau sebelum pandemi melanda, Nuikota harus beradaptasi dengan sistem belajar yang beralih dari tatap muka menjadi virtual. Dua tahun menjalani masa kuliah penuh tantangan itu, dia memilih menyelesaikan pendidikan dengan menetap di Taiwan.
Selama menampuh pendidikan tersebut banyak suka dan duka yang telah dilaluinya. Hidup berjauhan dari kedua orang tua menjadi cobaan terberat yang harus dilalui hijaber yang biasa dipasa Niki itu.
Niki yang merupakan pencinta masakan Indonesia juga harus bisa menyesuaikan dengan menu makanan Taiwan. Untuk mendapatkan masakan Tanah Air, Niki mengaku harus membelinya dengan harga mahal.
“ Sukanya aku bisa dapet teman baru,network baru, dan belajar budaya yang berbeda. Aku belajar banyak hal selama 2 tahun, yang mungkin jika aku nggak ada disini, aku gabisa dapetin itu,” ungkap Nuikita.
Yuk langsung simak di IGTV-nya Dreamcoid, untuk tahu lebih detail cerita dari Niki!
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya