Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Masalah stunting atau gagal tumbuh masih banyak terjadi di banyak daerah di Indonesia. Salah satu cara mencegahnya adalah pemenuhi nutrisi secara optimal sejak bayi lahir.
World Health Organization (WHO) memberi panduan dan anjuran, tentang pemberian makanan untuk bayi dan anak yang berusia di bawah lima tahun. Dokter Ameetha Drupadi, pendiri Pejuang ASI Indonesia memberikan tips bagaimana memberikan nutrisi optimal pada anak agar bisa mencegah stunting dan kekurangan nutrisi.
Ada empat langkah penting yang harus diketahui para orangtua. Bukan hanya ibu, tapi juga ayah. Yuk simak.
© Dream
Setelah lahir, penting bagi bayi untuk diletakkan di perut ibu. Biarkan bayi merangkak di perut dan mencari puting ibu. Proses ini dinamakan inisiasi menyusui dini (IMD). Saat itulah insting dan ikatan bayi terhadap sang ibu mulai terbentuk.
" Golden periods atau periode keemasan pada bayi dimulai di 1000 hari pertama kehidupannya. Maka dari itu, biarlah bayi mencari puting ibunya dan mencoba menyusu sendiri setelah 1 jam persalinan," ujar dr. Meetha.
© Dream
Air susu ibu (ASI) berperan sangat baik untuk pertumbuhan bayi dan dapat melindungi buah hati dari berbagai macam penyakit. Untuk itu hanya berikan ASI pada bayi hingga berusia 6 bulan.
" Lalu kemudian saat bayi lahir, susui secara eksklusif sampai bayi berumur 6 bulan. Inilah yang dinamakan ASI Eksklusif," kata dr. Meetha.
© Dream
Saat sudah memasuki umur 6 bulan, ASI sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan anak secara maksimal. ASI hanya memberi sekitar kurang lebih 70% gizi pada anak, sehingga harus dilengkapi oleh asupan yang lain berupa makanan pendamping ASI (MPASI). Bisa berupa bubur, buah, sayur ikan dan daging. Pastikan kaya protein.
" Setelah memasuki umur 6 bulan atau 180 hari, bayi sudah harus didampingi dengan makanan pendamping ASI," ujar dr. Meetha.
© Dream
Setelah pemberian MPASI, bayi tetap diberikan ASI sampa berumur 2 tahun. Dengan pemberian ASI dan MPASI yang seimbang, gizinya bisa saling melengkapi dan akan membantu proses tumbuh, kembang serta daya tahan tubuh anak jadi lebih baik lagi.
Laporan: Raissa Anjanique Nathania
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya