Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kehamilan Juga Memberikan Efek Pada Kulit. (Foto: Shutterstock)
Dream - Saat hamil, ada banyak perubahan yang dapat terjadi. Tidak hanya perubahan kondisi kesehatan, kehamilan juga memberikan efek pada kulit.
Perubahan tersebut tidak lain tidak bukan disebabkan oleh pengaruh hormonal. Sehingga, cukup sulit untuk mengontrolnya.
Dilansir dari Sehatq.com, berikut perubahan kulit yang kerap dialami ketika hamil.
Timbul flek hitam

Ini merupakan kondisi yang kerap disebut ‘topeng kehamilan’. Flek hitam yang muncul ketika hamil merupakan melasma atau chloasma.
Melasma sendiri merupakan kondisi kulit yang diakibatkan oleh peningkatan pigmentasi. Beraktivitas di luar ruangan dan terkena paparan sinar matahari maupun cahaya kebiruan dari gawai, akan memperburuk kondisi ini.
Sehingga jika tidak menggunakan tabir surya, kamu akan memiliki flek hitam di sekitar dahi, hidung, pipi maupun bibir.

Ini merupakan kondisi kulit yang paling sering dialami ibu hamil pada trimester pertama dan kedua. Jerawat ini disebabkan kondisi wajah yang berminyak serta penumpukkan sel kulit mati.
Peningkatan produksi sebum dan penumpukkan sel kulit mati disebabkan oleh meningkatnya hormon androgen.
Untuk mencegah munculnya jerawat, bersihkan dan lakukan perawatan wajah lebih intensif atau ganti rangkaian skincaremu.

Peningkatan hormon estrogen dan darah yang mengalir saat hamil menyebabkan pembuluh darah kapiler terlihat lebih jelas pada wajah, tenggorokan, leher maupun lengan. Kondisi ini akan kembali seperti semula setelah melahirkan.

Sangat wajar jika kamu merasa kulit tertarik, lebih tipis dan sensitif saat hamil. Hal ini disebabkan oleh perubahan sistem imun tubuh.
Namun, ibu hamil lainnya seperti yang mengidap psoriasis bisa mengalami hal sebaliknya. Kondisi kulit mereka bisa membaik dan bebas dari masalah kulit. Lakukan perawatan secara intens untuk mencegah berbagai masalah kulit.

Ini merupakan kondisi yang baik saat hamil. Hal ini disebabkan oleh peningkatan aliran darah saat hamil, sehingga wajah terlihat lebih segar.
Peningkatan hormon juga membuat wajah lebih berminyak. Sehingga, memberi kesan glowing dan kenyal. Tanda penuaan pun bisa tersamarkan saat hamil.
(Sumber: Sehatq.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya