Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kita seringkali membuang-buang bahan makanan karena kedaluwarsa atau busuk sebelum digunakan. Terutama saat Ramadhan, di mana kita kerap menyetok sejumlah makanan untuk berbuka dan sahur.
Pastikan menyetok makanan secukupnya dan tak berlebihan. Jangan sampai kita membuang-buang makanan, terutama di bulan Ramadhan seperti sekarang. Nabi Muhammad mengajarkan kita untuk hidup secukupnya, tidak berlebih-lebihan.
Untuk mencegah mubazir makanan, Sahabat Dream bisa melakukan lima trik berikut.
1. Berbelanja dengan cerdas
Jangan pernah berbelanja tanpa daftar belanjaan, dan harus patuh pada daftar yang ada. Sebelum membuatnya, cek dulu stok produk makanan di rumah. Hindari melakukan pembelian impulsif.
Sering kali membuat kita membeli bahan-bahan yang tidak terlalu penting, dan menggandakan barang-barang yang sudah dimiliki di rumah. Untuk membuat daftat belanja, buat menu makanan untuk satu atau dua minggu, dan buat daftar belanja untuk mengakomodasi semua makanan dan makanan ringan.

Saat membuat makanan, pastikan untuk memikirkan cara menggunakan sisa makanan. Rencanakan setidaknya satu sisa makan siang atau makan malam setiap minggu, agar menjaga limbah makanan seminimal mungkin.
Menurut laporan dari Universitas Cornell tentang penyimpanan buah dan sayuran, sejumlah buah mengeluarkan gas etilen, hormon yang mendorong pematangan.
Menyimpan buah-buahan dan sayur-sayuran bersama-sama menyebabkan sayuran menjadi cepat matang hingga membusuk.

Taruh sayuran di rak sayuran, dan buah-buahan di laci buah atau mangkuk buah. Selalu simpan sayuran seperti kentang, bawang putih, bawang merah di lemari yang sejuk dan kering, bukan di lemari es.

Sereal, kerupuk, dan pasta bisa basi dengan cepat setelah dibuka, dan seringkali berakhir dibuang dengan cepat. Untuk memperpanjang usianya, simpan barang di tempat kering, masukkan ke dalam toples atau tabung yang kedap udara.Menyimpan jenis bahan makanan ini dalam wadah kedap udara akan membantu mempertahankan kesegarannya lebih lama.
Gunakan sistem FIFO atau First In First Out, jadi item yang masuk terlebih dahulu harus digunakan sebelum bahan yang dibeli beberapa hari kemudian. Letakkan barang-barang baru di belakang, dan simpan barang-barang yang sudah dibeli dari jauh-jauh hari di bagian depan rak. Selain itu, gunakan label pada wadah makanan untuk membantu mengaturnya.
Laporan Cindy Azari/ Sumber: Foodal
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya