5 Pemicu Level Energi Rendah, Bangun Tidur Malah Lemas

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 4 Oktober 2022 11:48
5 Pemicu Level Energi Rendah, Bangun Tidur Malah Lemas
Dengan menambah dan mengubah rutinitas harian dapat mempengaruhi tingkatan energi yang dirasakan.

Dream - Semua orang pasti pernah merasakan lelah dan energi yang terkuras. Seringkali kondisi tersebut menghambat aktivitas sehari-hari. Merasa sudah tidur seharian, tapi setelah bangun tubuh tetap terasa lelah dan lemas.

Terdapat beragam penyebab di balik energi tubuh yang berfluktuasi. Untungnya, ada banyak cara yang dapat kamu lakukan untuk mengatur tingkat energi. Dengan menambah dan mengubah rutinitas harian dapat mempengaruhi tingkatan energi yang dirasakan.

Berikut beberapa hal yang mungkin tidak kamu tahu mengenai energi pada tubuh.

Alergi
Alergi, khususnya rinitis alergi, rupanya dapat menyebab berkurangnya energi pada tubuh. Rinitis alergi yang berhubungan dengan hidung tersumbat dan mata gatal seringkali menjadi penyebab orang merasa lesu. Untuk mengatasinya, bisa minum obat pereda alergi yang dapat meredakan hidung tersumbat. Serangan alergi membuat tidur tak nyenyak saat malam hari dan ketika bangun terasa lemas.

 

1 dari 6 halaman

Gangguan tidur

Jika kamu merasa lelah walaupun mendapatkan waktu tidur yang cukup, maka kemungkinan kamu tidak mendapatkan tidur yang nyenyak. Hal ini bisa disebabkan gangguan tidur seperti sleep apnea, insomnia, narkolepsi, dan restless leg syndrome (RLS).

Ilustrasi pusing sakit kepala hijaber© (Foto: Shutterstock)

Gangguan tidur seperti sleep apnea menghambat pernapasan pada saat tidur. Pada sejumlah kasus, pengidapnya mungkin memerlukan bantuan tidur dengan mesin continuous positive airway pressure (CPAP) yang memasok aliran udara yang stabil untuk menjaga saluran udara agar tetap terbuka.

 

2 dari 6 halaman

Kurang olahraga

Olahraga dapat meningkat energi pada tubuh. Hormon adrenalin yang dikeluarkan tubuh memberi sinyal pada tubuh untuk mengabaikan rasa sakit dan lelah sambil meningkatkan aliran darah ke otot. Hal ini yang menyebabkan tubuh mendapatkan energi.

5 Minuman Terbaik Setelah Olahraga, Kaya Elektrolit dan Nutrisi© MEN

Kekurangan vitamin D
Kekurangan kadar vitamin D biasanya tidak menimbulkan gejala tertentu. Menurut sebuah penelitian, orang yang memiliki tingkat vitamin D yang lebih rendah melaporkan rasa lelah yang lebih dibanding mereka yang mendapat cukup vitamin D. Selain itu, studi lain juga mengatakan bahwa vitamin D dapat mempengaruhi regulasi tidur.

 

3 dari 6 halaman

Makanan kurang berkualitas

Makanan yang dikonsumsi menentukan energi yang ada pada tubuh. Sumber karbohidrat seperti gula, buah, sayur, serat, dan kacang-kacangan merupakan sumber energi yang diperlukan tubuh.

Yuk Buat Sup Bakso Sayuran `Warna-Warni`© MEN

Karbohidrat sederhana seperti permen, soda, jus, dan sereal dapat meningkatkan energi dengan cepat namun memungkinkan terjadinya penurunan secara tiba-tiba. Sementara karbohidrat kompleks seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan beras merah dapat meningkatkan energi tubuh sepanjang hari. Selain itu, makanan berlemak jenuh tinggi seperti daging, mentega, keju, es krim, dan goreng-gorengan dapat menyebabkan kantuk di siang hari.

 

Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita/ Sumber: Health

4 dari 6 halaman

Muncul Rasa Mual Setelah Olahraga? Tak Perlu Panik

Dream - Olahraga merupakan aktivitas yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Pada beberapa orang, olahraga dengan juga memiliki efek samping jika tidak dilakukan dengan benar, seperti mual, lemas dan nyeri.

Mengalami kondisi demikian, seringkali membuat seseorang jadi merasa khawatir dan enggan untuk berolahraga lagi. Keluhan mual setelah olahraga sebenarnya merupakan hal normal.

Sahabat Dream mungkin penasaran apa yang memicu rasa mual setelah olahraga. Yuk cari tahu.

Bukan Berarti Tidak Bugar

Rasa mual setelah olahraga dapat dialami siapa saja, hal ini tidak berkaitan dengan seberapa bugar dan sehat kondisi seseorang. Tim peneliti dari Frontiers in Physiology menjelaskan bahwa sistem pencernaan yang menyebabkan hal itu terjadi. Lebih tepatnya, olahraga mengganggu saluran gastrointestinal, yang mengakibatkan gejala seperti mual, dan muntah.


Peningkatan Intensitas Olahraga Pengaruhi Usus
Ketika olahraga, darah mengalir ke otot yang digerakkan dan organ vital seperti jantung, paru-paru, dan otak. Sedangkan darah yang dialirkan ke organ pencernaan lebih sedikit, alhasil dapat menghentikan proses memecah makanan di perut.

Menurut Brian Babka, MD , spesialis kedokteran olahraga dan tim dokter untuk Northern Illinois University Athletics, bahwa beberapa olahraga menyalurkan darah keluar dari saluran gastrointestinal. Sehingga semakin banyak darah yang dialihkan, semakin intens gejala yang dirasakan.

" Rasa mual tersebut merupakan gejala kurangnya aliran darah, atau indikasi bahwa makanan yang dikonsumsi sebelum olahraga kurang tepat," ungkapnya.

 

 

5 dari 6 halaman

Makan dan Minum Sebelum Berolahraga

Faktor terbesar dari rasa mual adalah waktu dan makanan yang dimakan sebelum berolahraga. Makan terlalu dekat dengan olahraga tidak akan memberi waktu yang cukup untuk mencerna makanan, dan akan menyebabkan kelaparan dan lesu. Waktu yang dianjurkan untuk makan sebelum olahraga sekitar 1-3 jam sebelumnya.

Olahraga Terbaik untuk Otak, Biar Tak Jadi Pelupa© MEN

Makanan berlemak jenuh tinggi butuh lebih banyak waktu untuk dicerna. Makanan tersebut dapat merangsang tubuh untuk membantu empedu memproses lemak. Hal ini dapat menambah tekanan lambung dan memperburuk rasa mual. Makanan pedas, asam, dan kafein juga dapat memperburuk tekanan lambung.

Lebih baik konsumsi protein tanpa lemak dan karbohidrat kompleks. Selain itu, meminum air yang cukup akan mencegah dehidrasi yang bisa menyebabkan mual.

 

6 dari 6 halaman

Jangan Dipaksa

Rasa mual saat olahraga bisa menjadi indikasi bahwa tubuh terlalu dipaksa dan kekurangan istirahat di sela olahraga. Menghentikan olahraga secara tiba-tiba juga dapat memperparah rasa mual karena akan terjadi perubahan besar dimana aliran darah akan mengalir dalam waktu singkat. Untuk mengatasinya, turunkan intensitas olahraga dengan berjalan dengan kecepatan lambat atau sedang.

Mual yang disebabkan oleh olahraga tidak perlu dikhawatirkan, kecuali jika disertai gejala yang lebih parah seperti demam, kram otot yang parah, nyeri dada, menggigil, atau urine berwarna cokelat. Jika merasa mual secara terus menerus, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.


Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita/ Sumber: Health

Beri Komentar