Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Anak Demam (Foto: Shutterstock)
Dream - Bukan hanya virus corona (Covid-19) yang saat ini harus diwaspadai, kasus demam berdarah juga meningkat drastis. Beberapa wilayah di Indonesia, diketahui mengalami peningkatan jumlah pasien demam berdarah.
Salah satu yang sangat rentan terkena demam berdarah dengue (DBD) adalah anak-anak. Hal itu karena sistem daya tahan tubuh anak memang belum sempurna seperti orang dewasa.
Selain itu, dikutip dari Klikdokter, penyebabnya juga karena aktivitas anak di sekolah yang sebagian besar duduk di dalam ruang kelas pada jam-jam nyamuk berkeliaran.
Jika penanganannya tak tepat, DBD pada anak bisa berujung pada komplikasi yang parah, hingga bisa menyebabkan kematian.
Untuk itu orangtua harus lebih waspada dengan mengenali gejalanya. Apa saja gejalanya?
© Dream
Demam akibat DBD memiliki pola yang khas. Demam tinggi terjadi secara mendadak (bisa mencapai 40 derajat Celcius) dan biasanya terjadi saat malam hari. Demam akan bertahan selama 3 hari dan selanjutnya menurun pada hari ke-4 sampai hari ke-5. Pada hari ke-6 sampai ke-7, demam akan kembali naik.
Penurunan suhu tubuh pada hari ke-4 sampai hari ke-5 sering disalahartikan, bahwa anak dianggap sudah sembuh. Jangan sampai lengah! Kondisi tersebut justru menunjukkan anak dalam fase kritis DBD, karena ada risiko anak mengalami syok (kegagalan sirkulasi darah).
Selain demam, anak juga akan mengeluhkan nyeri otot, nyeri tulang, sakit kepala, mual, mimisan dan penurunan nafsu makan. Selengkapnya baca di sini.
© Dream
Dream - Melihat si kecil demam seringkali membuat orangtua merasa khawatir, pasalnya anak akan cenderung lebih rewel dari biasanya. Hal ini menandakan bahwa si anak merasa tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya.
Sebenarnya, tak perlu panik karena demam adalah tanda bahwa tubuh sedang berusaha untuk melawan infeksi. Tidak semua demam harus diobati ke dokter, Sahabat Dream bisa mengatasi demam anak dengan pengobatan rumahan saja.
Lalu, bagaimana solusi tepat tanpa drama menangani anak demam?
© Dream
" Langkah awal adalah menenangkan si kecil agar ibu juga bisa merasa dan berpikir lebih tenang," kata Jovita Ferliana, M.Psi, seorang psikolog anak dalam acara peluncuran Hansaplast Cooling Fever, di Jakarta, 12 September 2019.
Berikan sapaan pada si kecil dengan lembut dan tenang serta berikan sentuhan dan pelukan. Ibu juga bisa mengalihkan perhatian si kecil dari demam dan membuatnya merasa lebih tenang dengan bercerita kepada si kecil dan mengajaknya membuat cerita sendiri dengan karakter dan gambar kesukaan nya.
" Anak melihat reaksi ibu yang panik anak akan tambah rewel, dan berpengaruh pada suhu tubuh anak menjadi tambah tinggi. Jadi ibu tidak boleh panik dan harus tenang," kata Jovita.
© Dream
Untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada anak karena demam, bisa memberikannya obat pereda demam sesuai dosis. Bisa juga menggunakan cooling fever, yaitu patch dingin yang ditempelkan di dahi anak, seperti Hansaplast Cooling Fever.

Produk kompres demam tersebut memiliki efek membantu dan menenangkan anak dengan kesejukan. Aromanya menenangkan dengan karakter tokoh Disney yang banyak disukai anak.
Laporan Vika Novianti umar
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya