Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kebutuhan sembako dan barang kebutuhan sehari-hari kerap memaksa kita untuk keluar rumah di masa pandemi. Baik pasar, swalayan atau supermarket. Biasanya, di pusat perbelanjaan, antrean untuk membayar begitu panjang.
Hal ini membuat kita cukup lama di dalam ruangan dengan banyak orang. Mungkin muncul ketakutan dan kekhawatiran kita tertular saat belanja. Bagaimana risikonya tertular Covid-19 jika kita belanja di supermarket dan mengantre?
Dikutip dari WebMD, menurut Elizabeth Hanes, seorang perawat profesional, salah satu cara virus dapat menyebar adalah melalui " kontak dekat" dengan jarak lebih dkurang dari 2 meter selama periode waktu yang berkelanjutan (15 menit atau lebih).
" Seperti banyak hal terkait Covid-19, pertanyaan sebenarnya bukanlah apakah mungkin tertular virus dengan cara ini, tetapi bagaimana kemungkinannya. Dan jawabannya adalah: mungkin tidak," kata Hanes.
Mengantre di supermarket kemungkinan besar tidak membuat kita berjarak dekat dengan seseorang selama lebih dari 15 menit. Itulah sebabnya banyak ahli menganggap belanja bahan makanan merupakan aktivitas berisiko rendah. Tentu saja, ini mengasumsikan bahwa setiap orang mengenakan masker dengan benar dan berjarak minimal 2 meter.
Jika khawatir tertular Covid-19 saat sedang mengantre, Sahabat Dream dapat melakukan tindakan pencegahan ekstra, seperti:
- Jaga jarak dengan orang lain minimal 2 meter. Lebih jauh lebih baik.
- Usahakan pergi ke supermarket saat sepi
- Jangan berlama-lama dan mengobrol dengan kasir (ini adalah situasi utama yang dapat membuat kita berhubungan dekat dan bertatap muka dengan orang lain saat berbelanja)
- Jika harus berbicara dengan seseorang, jauhkan kepala agar tidak langsung menghirup napas saat dia berbicara
Tertular Covid-19 saat mengantre di dalam toko mungkin sangat kecil kemungkinannya, tetapi kita harus melakukan semua tindakan pencegahan untuk menghindari kemungkinan tersebut.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Sudah memakai masker, tapi hanya dikalungkan di leher atau diturunkan. Mulut tertutup, tapi hidung dibiarkan terbuka. Mungkin Sahabat Dream pernah melakukannya saat mengenakan masker.
Hal ini sebenarnya berbahaya, terutama jika berada di kerumunan. Jangan kendor, tetaplah disiplin menggunakan masker dengan benar. Pastikan mulut dan hidung tertutup. Mengapa demikian?

" Virus SARS-CoV-2 hidup di saluran hidung. Saat orang yang terinfeksi mengembuskan napas, mereka melepaskan partikel virus dari hidungnya ke udara. Bahkan tindakan sederhana berupa napas dapat melepaskan partikel virus. Masker membantu menjaga partikel infeksi ini agar tidak terbawa udara dan menjangkau orang lain," ujar Elizabeth Hanes, seorang perawat senir, dikutip dari WebMD.
Mungkin orang-orang yang " setengah menutupi" hidung merasa sehat sehingga mereka menganggap partikel yang keluar dari hidung mereka sama sekali tidak berbahaya, padahal bisa saja sebaliknya. Penelitian juga menunjukkan bahwa masker mengurangi volume kuman yang dihirup termasuk, melindungi pemakainya dari penyakit.
" Jadi, jika kita membiarkan hidung tidak tertutup, maka akan menghirup lebih banyak partikel dari udara di sekitar dan, menempatkan diri pada risiko lebih besar tertular Covid-19," ungkap Hanes.

Jadi pastikan gunakan masker dengan benar, dengan mulut serta hidung tertutup. Jangan sekali-kali turunkan masker jika berada di ruang publik yang ramai, karena akan sangat berisiko.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Memakai masker saat keluar rumah merupakan hal kini tak bisa ditawar. Bukan hanya untuk melindungi diri dari penularan virus Covid-19, tapi juga melindungi orang lain.
Sayangnya masih banyak orang yang malas atau bahkan menolak mengenakan masker dengan alasan bisa berdampak buruk pada pernapasan. Ada juga berpendapat memakai masker mengurangi pasokan oksigen dalam darah, menyebabkan " keracunan" karbondioksida dan melemahkan sistem kekebalan tubuh.
Faktanya tak demikian. Simak saja penelitian tim dari McMaster University di Kanada. Mereka menguji 25 manula (rata-rata usia: 76,5) dengan oksimeter alat pengukur kadar oksigen dalam darah saat memakai masker, serta sebelum dan sesudah.
![]()
Para peneliti tidak menemukan tanda-tanda hipoksia, atau berkurangnya level oksigen salam darah. Jadi, pakai masker tak mengurangi sedikit pun level oksigen dalam darah. Awalnya memang terasa sedikit tak nyaman atau sesak.
" Saya melihat masker seperti sabuk pengaman. Memang belum tentu nyaman, tapi melindungi," kata dr. Aaron Glatt, seorang spesialis penyakit menular, dikutip dari WebMD.
Beberapa orang mungkin merasa tidak nyaman memakai masker, tapi itu bukan alasan untuk tidak melakukannya. Secara keseluruhan hasil dari uji oksimeter adalah tidak ada penurunan yang mengkhawatirkan dalam saturasi oksigen darah. Rata-rata, saturasi oksigen adalah 96,1% sebelum bermasker, dan kemudian sedikit lebih tinggi saat mereka mengenakan masker dan setelahnya, masing-masing 96,5% dan 96,3%.

Penemuan ini dipublikasikan secara online sebagai surat penelitian dalam Journal of American Medical Association edisi 30 Oktober. Penelitian ini dilakukan pada mereka yang berusia lanjut yang mungkin akan lebih rentan terhadap penurunan kadar oksigen dari pemakaian masker.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement

Perempuan di Balik McDonald’s Indonesia: Dua Kisah, Satu Komitmen untuk Tumbuh dan Berdampak
Throwback Serunya Dream Day Ramadan Fest bersama Royale Parfume Series by SoKlin Hijab


Kandungan Komposisi Susu dalam Produk Nutrisi Anak Makin Menjadi Perhatian

Nestlé MILO Dukung Pengembangan Program Basketball For Good di Indonesia

Nestlé MILO Dukung Pengembangan Program Basketball For Good di Indonesia

Kandungan Komposisi Susu dalam Produk Nutrisi Anak Makin Menjadi Perhatian
