Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
IPhone
Dream - Baru-baru ini beredar kabar bahwa Apple tengah menyiapkan layanan terbaru, yakni penyewaan perangkat iPhone dengan durasi satu bulan. Layanan ini memungkinkan masyarakat bisa mengakses smartphone tersebut tanpa harus membelinya
Melansir Phone Arena, 3 April 2022 bicara mengenai tarif sewanya, disebutkan jika harga yang diipatok sebesar US$ 35 per bulan atau sekitar Rp500 ribuan.
Kabar ini beredar setelah laporan jurnalis asal Bloomberg Mark Gurman yang juga seorang pembocor teknologi, dia menjelaskan bahwa Apple akan membuat layanan baru untuk para pembeli iPhone serta perangkat keras lainnya dengan metode berlangganan.
Layanan yang dimaksud artinya pengguna akan membayar biaya setiap bulannya dan mendapatkan iPhone pilihan mereka dengan peningkatan gratis saat model baru diumumkan.
Kabar terbarunya, perangkat iPhone akan disewakan mulai dari US$35 dolar per bulan atau Rp500 ribuan dan bahkan bisa lebih murah.
Untuk iPhone 13 biaya sewanya seharga US$ 35 atau Rp500 ribuan, iPhone 13 Pro US$ 45 dolar atau sekitar Rp646 ribu dan iPhone 13 Pro Max seharga US$ 50 atau Rp718 ribu per bulan.
Program ini juga dapat mencakup layanan lain seperti program berlangganan layanan Apple One dan paket dukungan teknis AppleCare. Motif Apple di balik program ini tentunya untuk menghasilkan lebih banyak pendapatan.
Laporan tahun 2019 mengatakan bahwa program semacam itu akan memungkinkan perusahaan menghasilkan pendapatan berulang.
Pengguna Apple biasanya meng-upgrade iPhone mereka setiap tiga tahun, yang berarti itu akan menghabiskan sekitar US$ 825 atau setara Rp11 juta setiap tiga tahun untuk ponsel Apple.
Sebaliknya, saat seseorang yang menggunakan iPhone sebagai layanan sewa, mereka dapat membayar US$1.260 selama tiga tahun. Saat pengguna mengupgrade ke model baru, Apple dapat menjual perangkat bekas di pasar sekunder dan menghasilkan lebih banyak uang.
Keuntungan bagi konsumen adalah mereka tidak perlu membayar uang dengan jumlah besar di muka dan dapat dengan mudah meng-upgrade ke model terbaru setiap tahun. Program ini diharapkan mulai bisa digunakan pada akhir 2022 atau awal 2023.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya