Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Ilustrasi (Foto: Pexels)
Dream - Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) tengah mempertimbangkan untuk meluncurkan ‘Paspor Covid’ demi menghidupkan kembali gairah perjalanan internasional.
IATA juga telah mengusulkan pengujian sistematis bagi pelancong internasional yang akan memungkinkan pencabutan pembatasan wilayah dan memberikan alternatif lain untuk aturan karantina.
Aplikasi ini nantinya akan berfungsi layaknya paspor digital. Di dalamnya akan disertakan tes Covid-19 dan sertifikat vaksinasi untuk membantu melancarkan perjalanan pelancong.
Selain itu, aplikasi ini nantinya akan disambungkan ke salinan paspor elektronik pelancong untuk membuktikan identitas mereka.
© Ilustrasi (Foto: Pexels)
Pengumuman IATA muncul setelah tiga kandidat vaksin virus Covid-19, Pfizer-BioNTech, Moderna dan Universitas Oxford-AstraZeneca melaporkan tingkat kemanjuran lebih dari 90 persen.
Aplikasi ini akan didasarkan pada sistem IATA Timatic yang digunakan untuk memverifikasi dokumen. Sistem Timatic digunakan untuk memastikan pelancong mematuhi aturan dan regulasi kontrol perbatasan.
Timatic memberikan informasi yang dipersonalisasi berdasarkan tujuan penumpang, titik transit, dokumen perjalanan, hingga negara asal.
© Ilustrasi (Foto: Pexels)
IATA mengatakan aplikasi tersebut akan diluncurkan pertama kali di perangkat Apple Inc pada kuartal pertama 2021. Sedangkan di Android pada April mendatang.
IATA akan melakukan tes yang diprogramkan bersama International Airlines Group (IAG SA), di mana penumpang akan dapat membagikan data mereka dengan otoritas perbatasan atau menunjukkan kode QR untuk dipindai.
IATA telah meminta pemerintah untuk memastikan para staf penerbangan dan pelancong internasional diprioritaskan untuk vaksinasi covid-19. Setelah para pekerja dibidang kesehatan serta kelompok yang lebih rentan.
(Beq, Sumber: businesstoday.in)
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele