Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi Mobil Aston Martin. (Foto: Shutterstock)
Dream – Sebagian orang menghindari membeli mobil listrik karena modelnya yang terlalu modern. Apalagi jika mereka termasuk pengendara yang memiliki jiwa dan semangat yang klasik.
Selama ini produsen otomotif yang membuat mobil listrik, seperti Tesla dan Jaguar, memilih membuat mobil listrik berdesain modern.
Tapi, langkah berbeda ditempuh Aston Martin.
Dikutip dari Carbuzz, Senin 10 Desember 2018, produsen mobil asal Inggris ini menampilkan mobil listrik dengan desain klasik. Aston Martin membuat mobil " heritage electric vehicle" alias mobil " warisan" listrik.

Aston Martin menggunakan mobil DB6 keluaran 1970 sebagai konsepnya. Produsen ini beralasan bahwa Inggris akan melarang mobil-mobil berbahan bakar gas pada 2020.
Tak ada penjelasan detail tentang konsep mobil listrik Aston Martin. Hanya disebutkan baterai dan motor listrik terletak di bagian engine dan transmisi. Pengaturan unit daya dilakukan melalui layar yang ada di bagian dalam mobil.
Mobil listrik bergaya klasik ini memiliki atap mobil terbuka dan bodinya berwarna putih.
Dream – Divisi mobil Ford Motor Company, Lincoln, bakal menghadirkan Lincoln Aviator generasi kedua pada 2020. Lincoln Aviator generasi dua ini merupakan mobil plug in hybird yang menggunakan baterai dan BBM sebagai bahan bakarnya.
Alih-alih menyebut mobil ini sebagai PHEV (plug in hybird electriv vehicle), produsen mobil asal Amerika Serikat ini justru menyebut mobil ini dengan sebutan Grand Touring.
“ Sederhananya, apa yang dilakukannya sehingga membuat kendaraan lebih menarik untuk dikendarai. Ini adalah definisi paling murni dari Grand Touring,” kata Kepala Pemasaran Lincoln, Robert Parker dikutip dari Carbuzz, Rabu 5 November 2018.
Parker mengatakan perusahaan memang ingin mengubah citra mobil ramah lingkungan menjadi menyenangkan.
Alasan lain mereka enggan menggunakan kata listrik untuk mobil hybird agar lebih menarik minat masyarakat. Dikatakan bahwa masyarakat menyukai kata-kata yang artinya tak diketahui.
Sekadar informasi, Aviator Grand Touring ini memiliki dua mode pengendaraan, yaitu Pure EV dan Preserve EV. Mobil pure EV hanya menggunakan motor listrik, sedang Preserve EV menggunakan V6. Perpaduan motor listrik dan mesin twin turbo V6 berkapasitas 3,6 liter akan menyemburkan daya 450 Tk.
Dream – Bermain skateboard mungkin saat ini sudah berkembang menjadi gaya hidup. Mereka yang memainkan dianggap kekinian. Tak heran banyak orang berusaha tamil nyentrik saat memainkan olahraga in.
Tak puas dengan gaya ekstrem, ada juga lho orang yang membawa permainan papan selancar ini ke tingkat yang lebih wah.
Bosa dengan skateboard yang terbukan dari kayu, skater ini membuat papan selancar dari pintu mobil.
Dilansir dari Auto Evolution, Sabtu 27 Oktober 2018, pria nyentrik itu bernama Aaron Kyro, Dia membuat skateboard dari pintu mobil. Mobil yang pintunya digunakan untuk dijadikan papan selancar adalah Tesla Model S.
“ Saya beri tahu. Saya ingin Tesla. Lalu, mereka memberikan saya…pintu mobil. Wow, terima kasih, guys,” kata Aaron di dalam videonya.
Aaron menyulap pintu mobil listrik ini menjadi papan selancar. Satu daun pintu diberikan empat axle. Setiap axle diberikan dua roda. Total roda yang terdapat di papan selancar ini delapan buah.
“ Saya tak yakin ini bisa meluncur. Tapi, kami mengatur agar papan selancar ini bisa bekerja,” kata dia.
Taraa... Papan selancar dari pintu mobil bisa meluncur.
Sekadar informasi, Tesla Model S ini diproduksi tahun 2012. Untuk model 2019, Tesla S 75 D dihargai mulai US$77 ribu (Rp1,1 miliar). Varian di atasnya, 100 D, dijual seharga US$96.500—US$134 ribu (Rp1,4 miliar—Rp2 miliar).
Model S P100D adalah yang tercepat. Mobil ini bisa melaju dengan kecepatan 96 km per jam dalam 2,5 detik. Model X P100D, butuh waktu 2,9 detik untuk bisa mencapai 96 km per jam dan Tesla Model 3 Dual Motor AWD 3,3 detik.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam