BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Menimbang Anak (Foto: Shutterstock)
Dream - Asupan gizi di awal kehidupan anak sangat penting demi perkembangan otak anak. Untuk itu, pastikan si kecil mendapatkan air susu ibu dan makanan pendamping yang berkualitas.
Faktanya, pada anak di bawah tiga tahun sebanyak 50 sampai 60 persen asupan gizi yang diperoleh si kecil dipakai untuk perkembangan otak. Bila asupan gizinya kurang, otak pula yang akan terkena dampak terlebih dahulu.
Tidak hanya tubuh anak tak berkembang sempurna akibat asupan gizi yang tidak terpenuhi dengan optimal, fungsi kognitif anak pun terganggu. Untuk mengetahui apakah asupan gizi yang anak terima sudah optimal atau belum, adalah dengan melaukan penimbangan rutin di Posyandu setiap bulan.
Jika ada grafik yang menurun, bisa cepat diatasi. Sayangnya, masih banyak yang keliru dalam menimbang badan anak.
" Menimbang yang benar berarti tidak pakai baju. Karena sekarang di Posyandu, menimbangnya pakai baju semua. Jadi, berat badannya bisa plus. Plus topi, plus sepatu, plus tas emaknya dimasukkan ke situ. Wajar saja berat," kata dr Damayanti Rusli Sjarif SpA(K), seperti dikutip dari Liputan6.com.
© Dream
Kalau seperti itu, berat badan anak pun akan kelihatan baik-baik saja. Orangtua jadi tak melihat apakah grafik perkembangan dan berat badan anak turun atau stabil.
Sebab, ketika tahu grafik berat badan anak menurun dan terus menurun, kader di posyandu bisa merujuk ke Puskesmas. Dokter di puskesmas akan melihat kondisi anak tersebut, karena ditakutkan ada TBC atau kondisi lainnya.
" Itu mengapa menimbang yang benar harusnya tanpa pakaian. Karena tujuan menimbang adalah untuk tahu berat anak berapa. Orangtua pun jadi tahu beratnya cukup atau tidak. Karena harus diplot di dalam grafik," ujar Damayanti.
© Dream
Menurut Damayanti, grafik yang dipakai di Indonesia adalah grafik dari Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) 2006. Panduan tersebut merupakan standar seluruh dunia.
Untuk para ibu yang ingin menimbang anaknya di rumah, pastikan terlebih dahulu bahwa timbangannya sudah dikalibrasi. " Harus dikalibrasi setidaknya setahun sekali minimal," ujarnya.
Saat menimbang anak harus di waktu yang selalu sama. Misal, penimbangan untuk pertama kali dilakukan di saat anak belum makan dan belum mandi, di bulan-bulan selanjutnya harus seperti itu juga.
" Kalau di bulan berikutnya anaknya sudah makan baru ditimbang, hasilnya bisa beda," kata Damayanti.
Laporan Aditya Eka Prawira/ Liputan6.com
© Dream
Dream - Memastikan anak-anak memulai hari dengan sarapan yang sehat, jadi hal yang tak mudah. Durasi yang pendek untuk menyiapkan makanan, ditambah si kecil belum semangat untuk makan, dan orangtua juga sibuk berkejaran dengan waktu.
Akhirnya, makanan instan tinggi lemak dan gula jadi pilihan utama. Kebiasaan sarapan tak sehat ini berkaitan erat dengan risiko penyakit diabetes, jantung dan penyakit lainnya di kemudian hari saat mereka dewasa.
Lalu apa menu sarapan praktis dan sehat untuk anak? Ahli gizi British Dietetic Association (BDA) dan ahli diet anak, Aisling Pigott, menyarankan tiga menu ini. Cepat disiapkan dan kaya gizi.
1. Sereal
Jika sereal adalah hal yang paling disukai anak, cari yang rendah gula dan kadar seratnya tinggi. Ada juga yang yang kadar gulanya rendah, untuk itu selalu baca informasi gizi dalam kemasan.
" Sereal terbaik adalah yang berbasis bahan gandum. Padukan dengan susu dan potongan buah segar, cukup jadi bahan bakar anak untuk memulai hari," ujar Pigot, seperti dikutip dari Huffington.
© Dream
Pigott mengatakan sarapan yang ideal terdiri dari karbohidrat, protein dan buah-buahan dan sayuran. " Sarapan seimbang yang sangat sehat adalah gandum (tanpa tambahan), susu dan buah di atasnya, seperti pisang atau buah beri," katanya.
Tidak harus rumit menyiapkannya. Menu tersebut merupakan pilihan bagus dan akan membuat anak tetap berenergi sampai siang.
© Dream
Jika mencari menu yang kaya protein, olahan telur adalah jawabannya. Bisa membuat omelet atau menjadikannya isian roti. Jika punya cukup banyak waktu, bisa membuat campuran tahu telur kukus sayuran. Asupan protein yang tinggi akan membuat si kecil kenyang lebih lama dan penting untuk 'makanan' otaknya.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
