Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Soal Matematika
Dream - Banyak anak yang cenderung kehilangan minat dan gairah belajar saat harus berhadapan dengan soal matematika. Apalagi jika dihadapkan dengan ujian matematika yang berakhir dengan nilai buruk.
Teguran dari guru dan orangtua pun membuat anak makin 'stres' saat berhadapan dengan matematika. Kondisi ini seringkali membuat anak jadi kian membenci pelajaran penuh angka ini. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?
" Anak merasa frustasi dan 'kalah' saat berhadapan dengan soal matematika. Mereka tidak memahami soal tersebut, itu masalah utamanya. Tapi ada hal yang lebih besar yang jadi pemicunya yaitu karena anak tidak punya cukup waktu untuk menguasai materi sebelumnya," ujar Liz Nieman, seorang praktisi pendidikan, seperti dikutip dari Today Parents.
Matematika adalah pelajaran yang rumit, mengharuskan anak untuk benar-benar menguasai materi sebelumnya, sampai pindah ke tingkat yang lebih rumit. Anak tidak akan bisa memahami soal pengurangan sampai ia mengerti soal pertambahan.
" Begitu juga soal pembagian. Anak akan sulit memahami konsep pembagian sebelum benar-benar paham konsep perkalian," ujar Nieman.
Orangtua memang harus turun tangan untuk membantu anak dalam menghadapi kekurangannya dalam pelajar matematikan. Hal pertama yang harus dilakukan adalah perhatikan nilai matematika anak jika memang termasuk sangat rendah dalam batas 'lulus dan tidak lulus' atau 6, sebaiknya buat ekstra tambahan pelajaran.
Bisa dengan Anda sendiri di rumah mengajarkannya tiap tahapan, mulai dari pertambahan, pengurangan, perkalian hingga pembagian. Hal terpenting adalah anak menguasai konsep dasar. Jika memungkinkan, tak masalah juga menyewa guru privat. Tapi pastikan guru tersebut bisa menyesuaikan gaya belajar anak.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya