Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Barang Perlengkapan Bayi (Foto: Shutterstock)
Dream - Sedang hamil besar? Pasti ibu sudah tak sabar berbelanja barang keperluan bayi. Ukurannya yang mungil, bentuk dan desainnya yang gemas, serta warna-warna ceria membuat kita jadi ingin membeli semua barang.
Memang barang bayi begitu banyak, apalagi kini banyak sekali produk elektronik khusus untuk bayi. Agar belanja tidak mubazir dan membuat rumah jadi banyak barang, beli lah keperluan secukupnya saja.
Dokter Ardi Santoso, seorang spesialis anak yang praktik di salah satu RS di Solo membuat video di YouTube Channel-nya seputar tips membeli perlengkapan bayi. Ada barang yang sangat penting dan juga yang malah tak dianjurkannya.
© Dream
Untuk ibu, penting untuk punya bantal menyusui agar proses menyusui lebih nyaman. Hal ini mengingat di awal-awal menyusui memang terasa sulit. Lalu sedia juga breast pad dan nursing cover.
Lalu untuk bayi, beli body suit yang bisa menutup tangan dan kaki, kain bedong berbahan kaus yang lembut, kaus kutang, celana pop, popok kain, selimut, wash cloth dan topi. Satu lagi yang wajib punya adalah termometer. Hal ini mengingat bayi mudah sekali terserang virus dan bakteri hingga membuat demam.
Untuk mengukur suhu secara akurat gunakan termometer dan pantau suhunya. Saat periksa ke dokter pantauan suhu tersebut bisa dijadikan bahan diagnosis.
© Dream
Barang yang tak direkomendasikan dr. Ardi adalah penutup tangan. Bayi sebenarnya perlu dilatih sensoriknya. Menutupnya dengan tangan akan membuat sensoriknya jadi tak terstimulus. Jika memang kukunya panjang dan takut tergaruk wajah, lebih baik potong kuku bayi dan kikir agar tak tajam.
Tak perlu juga membeli cologne bayi. Pasalnya, bahan pewanginya sangat mudah memicu iritasi. Bayi juga tak direkomendasikan dipakaikan beda. Partikelnya yang sangat halus bisa dengan mudah masuk ke hidung dan membuatnya batuk hingga sesak.
Lebih baik gunakan lotion atau baby cream untuk merawat kulit bayi. Satu lagi yang tak perlu dibeli adalah bantal peang atau yang bagian tengahnya rata. Justru bantal tersebut membuat bayi sulit bergerak dan bisa membuat hidungnya tertutup.
© Dream
© Dream
Dream - Bibir bayi yang dipenuhi dengan air liur memang membuat kita sebagai orangtua ingin segera membersihkannya. Namun beberapa saat kemudian, si kecil kembali memainkan ludah dan membasahi seluruh pakaiannya.
Hal ini sebenarnya pertanda positif dan kita tak perlu menghentikannya. Biarkan saja bayi bermain dengan air liurnya. Apalagi jika ia menggetarkan bibirnya lalau mengelurarkan suara 'brrrr' dan muncul gelembung liur di bibirnya.
Momen tersebut, seperti dikutip dari Klinikdrtiwi.com, biasanya dimulai sekitar usia 2 bulan. Akan semakin sering dan diikuti bunyi karena getaran bibir baru bisa dilakukannya pada usia sekitar 5 bulan.
Para ahli perkembangan di belahan dunia barat menyebut gerakan ini sebagai blowing raspberry, karena gerakan bibir bayi ini sangat mirip gerakan orang dewasa memilah dan mengeluarkan biji saat makan raspberry.
Sebenarnya, ketika bayi mulai gerakan blowing raspberry, ia sedang berlatih mengendalikan lidah, otot bibir, dan otot pipinya secara bersamaan. Tentunya, mulut si kecil bakal dipenuhi air liur.
Ada tiga hal yang bakal dilatih dari hal ini. Apa saja?
© Dream
Aktivitas ini meningkatkan kemampuan bayi berbicara, karena ia dapat mengendalikan mulut untuk membentuk bunyi-bunyi suara. Cobalah untuk membuat suara-suara lucu, si kecil pasti akan berusaha menirukannya.
Air liur yang dihasilkan saat bayi melakukan blowing raspberry berfungsi untuk melembutkan gusi mempersiapkan gigi pertama tumbuh nanti. Dengan begitu gusinya tidak terlalu kaku dan keras dan membuat proses tumbuh gigi jadi lebih nyaman.
© Dream
Blowing raspberry membantu bayi melatih otot-otot yang diperlukan agar ia bisa menggerakkan bibir secara bebas, tanpa perlu menggerakkan rahang dan lidah. Keterampilan ini membuat bayi kelak bisa mengatur kekuatan bibir untuk menjepit pinggiran sendok atau gelas ketika ia belajar makan dan minum.
Selengkapnya baca di sini
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya