Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Credit: Manis Dan Sedap/Baked By Ardina
Kukis menjadi salah satu camilan yang banyak digemari orang-orang. Rasanya yang manis membuat kukis cocok disantap untuk mengisi waktu senggang. Namun, gara-gara kandungan gulanya pula, bikin sebagian orang jadi khawatir jika terlalu banyak mengonsumsi kukis.
Hal ini berkaitan dengan dampak kesehatan yang ditimbulkan, akibat terlalu banyak makan kukis. Untungnya di Jakarta kini sudah ada kukis yang bebas gluten dan gula. Salah satunya dihadirkan oleh Baked by Ardina. Seperti apa?
Jenis kukis yang dihadirkan oleh Baked by Ardina ini sendiri berupa classic cookies. Di mana teksturnya lembut sekaligus renyah saat dikunyah. Ukurannya yang tidak terlalu besar, membuat classic cookies ini mudah disantap oleh segala usia.
Nah, yang membedakan classic cookies bikinan Baked by Ardina dengan kukis-kukis lainnya adalah bahan bakunya. Baked by Ardina sengaja membuatnya dari cokelat hitam yang dikenal kaya manfaat, seperti untuk menjaga kesehatan jantung, mengurangi risiko stroke, menurunkan diabetes, sampai memperbaiki mood.
Selain itu, kukis buatan Baked by Ardina ini juga bebas gula dan gluten. Seperti diketahui konsumsi makanan tinggi gula juga tak baik bagi kesehatan. Demikian pula dengan gluten yang jika kebanyakan acap menyebabkan gangguan kesehatan, salah satunya masalah pencernaan.
Itulah kenapa dengan adanya classic cookies yang bebas gula dan gluten ini, Baked by Ardina berharap tetap bisa ngemil enak tanpa khawatir lagi dampak kesehatan yang disebabkan saat mengonsumsinya.

Kendati bebas gula dan gluten, bukan artinya Baked by Ardina lantas mengesampingkan soal cita rasa. Classic cookies bikinannya tetaplah menggugah selera. Ketika dimakan tetap ada rasa lezat dari cokelat yang begitu dominan.
Hal ini karena Baked by Ardina sudah berpengalaman membuat kukis ini, sehingga kreasinya tak akan mengecewakan pelanggan. Adapun untuk kemasannya, Baked by Ardina membaginya ke dalam tiga pilihan.
Ada kemasan reguler yang berisikan enam kukis, kemudian ada pilihan kemasan isia 12 kukis dan 24 kukis. Apabila ingin mencobanya, pastikan untuk pre-order terlebih dulu. Lakukan dengan mudah melalui ManisdanSedap.com.
Platform tersebut merupakan bagian dari KLY (KapanLagi Youniverse) sebagai Digital Media Network yang juga menaungi Liputan6.com, Merdeka.com, KapanLagi.com, Dream.co.id, Brilio.id, Fimela.com, Bola.com, Bola.net, dan Otosia.com.
Bukan hanya memudahkan penikmat kuliner menemukan dan memesan pre-order dari seluruh Nusantara, ManisdanSedap.com juga menjadi etalase yang memajang jualan para pemilik UMKM. Dilengkapi fitur tombol langsung ke nomor seller, pembeli dan penjual bebas berinteraksi maupun bertransaksi terpisah dari platform ini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun