Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Tak Jarang Sampo Dan Sabun Di Hotel Tak Habis Digunakan Pengunjung. (Foto: Shutterstock)
Dream – Sahabat Dream, ketika kamu menginap, pengelola hotel akan menyediakan alat mandi, seperti sabun cair, sabun batang, sampo, sikat gigi, pasta gigi, dan penutup kepala. Pernah terpikirkah apa yang akan dilakukan hotel kalau sabun dan sampo tidak habis kamu pakai?
Dilansir Liputan6.com, Selasa 13 Maret 2018, selama tiga hari menginap, kamu akan meminta petugas hotel untuk membersihkan kamar. Ketika kembali, kamu akan mendapati kamar sudah rapi dan bersih. Seluruh alat mandi juga diganti dengan yang baru.
Ngomong-ngomong ke mana perginya sabun dan sampo yang belum habis terpakai?
Alat-alat mandi ini biasanya dibawa ke pihak hotel untuk didaur ulang. Clean The World, sebuah perusahaan berbasis di Orlando, Amerika Serikat, mendaur ulang sabun-sabun bekas menjadi sabun baru. Mereka mendukung pelestarian lingkungan setempat.
Banyak hotel rela membayar Clean The World untuk mengambil sabun yang tak terpakai. Harganya sebesar US$50 (Rp687.536), menurut Thrillist, dikutip dari TIME. Mereka bermitra dengan perusahaan barang konsumsi untuk menerima sabun pengganti.
Begitu sabun bekas tiba di salah satu gudang Clean The World di India, Las Vegas, Hong Kong, Orlando, dan Montreal, sabun-sabun ini dilelehkan dan diubah menjadi sabun baru. Sabun baru ini dikemas, lalu dikirim ke badan amal, seperti Palang Merah dan lembaga sosial masyarakat (LSM) lainnya.
Pada tahun 2016, Clean The World menghasilkan 7 juta sabun dan 400 ribu peralatan kebersihan. Dari jumlah itu, ada 500 ribu sabun yang disumbangkan untuk membantu korban Badai Matius di Haiti dan Bahama,
Perusahaan ini juga mengelola sampo, sabun batang, dan kondisioner bekas. Semua benda ini diperiksa terlebih dahulu dan menjalani pemeriksaan ketat sebelum akhirnya diproduksi kembali. Misalnya, botol harus terisi ¾ sampo atau kondisioner, jenis botolnya bisa didaur ulang, dan dimasukkan ke tempat higienis.
(Sumber: Liputan6.com/Afra Augerti)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang