Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Konferensi Pers Sembilan Orang Seniman, Arsitek Dan Desainer Indonesia Akan Tampil Di Ajang London Design Biennale (LDB) 2016 Di Somerset House, London, Inggris.. (foto: Bekraf.id)
Dream - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) turut memberikan dukungan kepada sembilan orang seniman, arsitek dan desainer Indonesia untuk tampil pada ajang London Design Biennale (LDB) 2016 di Somerset House, London, Inggris, pada tanggal 7 – 27 September 2016.
Para seniman yang akan memperkenalkan karya anak bangsa di mancanegara adalah Irwan Ahmett, Bagus Pandega, Yola Yulifanti, arsitek Adi Purnomo dan Suyeni, desainer Agra Satria, Fandy Susanto, Max Suriaganda dan Savira Lavinia.
Gelaran LDB kali ini mengusung tema “ Utopia by Design” yang akan dihadiri 33 negara, termasuk Indonesia. Masing-masing negara akan mengeksplorasi gagasan tentang desain yang membalut isu-isu sosial politik semacam migrasi, polusi, air dan kesejahteraan sosial.
Kepala Bekraf Triawan Munaf dalam siaran tertulisnya mengatakan, “ Di awal masa kemerdekaan, Soekarno pernah punya visi akan dunia yang ideal, dunia tanpa kolonisasi, setiap bangsa berderajat sama, menghapus konflik dan menghargai perbedaan. Rumusan terdekat adalah Dasasila Bandung tahun 1955. Inilah gagasan Indonesia menjawab utopia dunia.”
Tema “ Utopia by Design” dalam LDB 2016 kemudian diaplikasikan ke dalam situasi kondisi sosial, politik dan ekonomi Indonesia oleh tim kurator yang disusun Bekraf, sehingga melahirkan sebuah tema ala Indonesia, yakni “ Freedome”.
Tim kurator Indonesia terdiri dari Hermawan Tanzil, Diana Nazir, Hafiz Rancajale, serta Danny Wicaksono. Mereka memilih seniman, arsitek dan desainer untuk mewujudkan gagasan utopis tentang masyarakat ideal, yang terinspirasi dari Dasasila Bandung, secara kontemporer.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya