Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Anak Bermain Ponsel
Dream - Anak-anak saat ini sudah sangat akrab dan tak bisa dipisahkan dari gadget. Sebenarnya bukan hanya untuk senang-senang saja seperti games, tapi juga untuk keperluan sekolah. Mengerjakan tugas atau melakukan riset proyek sekolah.
Banyak orangtua yang melarang sama sekali penggunaan gagdet. Padahal teknologi ini sangat dibutuhkan anak-anak. Hal yang perlu dilakukan orangtua sebenarnya bukan melarang tapi
mengontrol dan mendampingi serta membuat aturan yang konsisten.
" Apakah penggunaan gadget pada anak itu salah? Saya jawab tidak. Kita tidak bisa menolak keberadaan gadget. Justru kita harus berdamai dengannya. Karena kita tidak bisa berharap
zaman sekarang sesuai dengan dulu, pasti berubah," ujar dr. Michael Triangto, dokter spesialis olahraga yang sering menangani terapi fisik anak-anak, di Jakarta beberapa waktu lalu.
Untuk itu, agar anak mendapatkan manfaat dari gadget tanpa kehilangan momen bermain yang merangsang pertumbuhan otot, tulang dan sensoriknya, perlu juga diatur waktu bermain di
luar rumah. Permainan yang diberikan berupa permainan fisik yang menantang dan menyenangkan. Seperti main lari-larian, lompat tali, main bola atau olahraga seru seperti berenang.
" Penggunaan gadget juga bisa diminimalisir dengan membuat anak-anak bermain bersama. Misal, disuruh belajar dulu semua sampai jam berapa, selebihnya baru diajak main bareng
sekeluarga. Kalau mau anak bergerak itu, orangtuanya yang harus aktif dan pintar menyiasatinya. Yang penting anak harus tetap distimulasi supaya terbiasa bergerak," ujar dr. Michael.
Sebagai contoh, dr. Michael membeberkan peraturan yang ia berlakukan di rumahnya, yakni penggunaan gadget pada anak hanya diperbolehkan saat akhir pekan atau hari libur sekolah,
selebihnya tidak boleh. Ia juga berusaha secara rutin mengajak anak-anaknya melakukan aktivitas fisik, seperti membuat permainan yang sebenarnya 'memaksa' anak-anaknya berolahraga.
Cara ini mungkin bisa Anda tiru di rumah, Sahabat Dream.
Baca Juga: Buah Hati Malas Olahraga? Rayu dengan Cara Ini Bacakan Doa Ini untuk Redakan Tangisan Bayi Menari Balet Bersama Sang Putri, Ayah Ini Bikin 'Meleleh' Hari Anak Sedunia, Saatnya Anak 'Ambil Alih Dunia' Pernah Mimpi Aneh Saat Hamil? Ternyata Artinya...
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya