Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Setiap ibu tentu ingin gizi anaknya tercukupi. Ketika bayi mulai menunjukan tanda siap makan, saat itulah ibu dapat memberikan makanan pendamping ASI (MPASI).
Menu yang banyak diberikan oleh para ibu untuk MPASI buah hati adalah buah dan sayur. Seperti avokad, pisang, melon, jeruk, brokoli dan masih banyak lagi. Meskipun memiliki kandungan vitamin yang tinggi, tapi buah dan sayur tak bisa mencegah stunting.
Yaitu kondisi di mana anak mengalami kekurangan gizi kronis yang membuat tubuhnya pendek dan memiliki kemampuan kognitif yang rendah. Stunting justru terjadi karena anak kekurangan hewani. Hal ini diungkapkan oleh dokter spesialis nutrisi dan penyakit metabolik anak, Damayanti Rusli.
" Lemak menyumbang pertumbuhan otak sebesar 60 persen. Zat yang berkaitan dengan growth hormone itu asam amino essential. Kalau protein nabati saja tidak cukup. Boleh dikonsumsi, tapi komponen hewaninya harus sesuai dengan yang didapat dari ASI," ujar Damayanti dalam acara acara Milk Versation Frisian Flag, di Jakarta, Rabu 23 Januari 2018.
Pertumbuhan anak tidak akan efektif jika hanya mengandalkan buah dan sayur. Menu harus didominasi dengan lemak, karbohidrat dan protein hewani hingga anak mencapai usia 2 tahun.
Campurkan dada ayam, nasi dengan telur dan blender sampai halus. Pastikan anak mengonsumsi susu UHT, bukan susu kental manis. Jangan ragu untuk memberi bumbu pada makanan. Bayi pada dasarnya sudah terbiasa mencicipi aneka cita rasa sejak di dalam kandungan.
" Air ketuban serta ASI itu rasanya berasal dari makanan ibu. Jangan takut, nanti malah kalau hambar dia jadi sulit makan," ujarnya.
Pastikan anak tidak mengalami malnutrisi pada 1.000 hari pertama kehidupan. Resiko stunting juga dapat dicegah dengan tidur yang cukup serta memantau tinggi dan berat badan anak secara rutin.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya