Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Hari Pertama Bersekolah (Foto: Instagram Kementerian Pendidikan RI
Dream - Sebagian besar sekolah, baru memulai ajaran baru pada Senin 15 Juli kemarin. Ada juga yang sudah memulainya pada pekan lalu sebagai masa orientasi sekolah.
Awal ajaran baru selalu jadi masa adaptasi yang sangat menguras emosi anak, sekaligus orangtua. Suasana kelas atau sekolah yang baru tentu membutuhkan usaha adaptasi yang tak mudah.
Terutama pada anak balita yang masih bersekolah di Taman Kanak-Kanak. Begitu juga yang baru masuk Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Sekolah Menengah Atas (SMA).
© Dream
Peran orangtua begitu besar untuk menyiapkan anak memasuki suasana sekolah, lingkungan dan teman-teman baru. Kemampuan adaptasi anak akan diuji di masa-masa ini. Tak perlu langsung marah atau menghakiminya jika anak mengeluh.
Tiap anak memang memiliki kemampuan adaptasi yang berbeda. Ada yang dengan mudah menjalin hubungan dan berkomunikasi dengan orang baru, ada juga yang malah menutup diri. Bahkan merasa dirinya berbeda dan tak percaya diri.
© Dream
Pada anak yang masih balita, penting untuk mengajarkannya mengenalkan diri. Buat drama atau permainan yang membuat si anak menjelaskan nama panjang, umur dan alamatnya.
Untuk anak yang lebih besar, usia SD, ceritakan padanya kalau ia akan bertemu dengan banyak teman baru. Pesankan kepadanya ajaklah teman barunya berkenalan dan bermain bermain bersama atau mungkin berbagi makanan.
Bagi anak yang lebih besar usia SMP dan SMA, mereka akan cenderung lebih mengandalkan insting. Mana teman yang bisa 'klik' dengannya dan mana yang tidak.
Ini akan sangat penting membentuk kemampuan sosialisasinya. Minta anak menceritakan pengalamannya dan ingatkan dia jika menemui masalah, sebaiknya bercerita.
© Dream
Hal yang juga sangat penting dilakukan orangtua di hari-hari pertama sekolah adalah berkenalan dengan gurunya. Beberapa sekolah membuat sesi khusus pertemuan orangtua dan guru wali kelas.
Usahakan untuk hadir, karena komunikasi orangtua di rumah dan guru adalah kunci pendidikan menyeluruh. Dengan komunikasi yang baik dengan pengajar anak di sekolah, diharapkan pendidikannya berjalan dengan baik, begitu juga perkembangan psikologisnya selama bersekolah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya