Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kesehatan Gigi Anak/ Shutterstock
Dream - Menjaga gigi anak yang berusia di bawah lima tahun selalu dalam keadaan sehat memang tak mudah. Mereka kerap kali memasukkan apapun ke mulutnya, dan masih sulit untuk diajak sikat gigi.
Keluhan seperti gigi bolong, menghitam, muncul plak hingga copot di bawah usia 5 tahun kerap terjadi. Kerusakan gigi pada balita tak boleh disepelekan, meskipun merupakan gigi susu.
Tumbuhnya gigi susu yang sehat akan menentukan kesehatan gigi dewasanya kelak. Salah satu pemicu kerusakan gigi pada balita adalah asupan yang dikonsumsi. Dikutip dari KlikDokter, seperti makanan berikut yang sebenarnya bisa membuat gigi si keci bermasalah. Apa saja?
1. Buah yang Terlalu Asam
Lemon, jeruk nipis, dan buah asam lainnya memiliki kandungan vitamin C yang tinggi. Sayangnya, buah-buahan asam tersebut juga bersifat mengikis permukaan gigi balita yang belum terbentuk dengan sempurna. Selain dapat merusak enamel gigi, buah yang terlalu asam juga bisa menyebabkan iritasi pada perut anak karena sistem pencernaannya yang masih sensitif.
© Dream
Di balik rasanya yang gurih, keripik kentang yang umumnya dijual dalam kemasan ternyata juga merupakan makanan yang merusak gigi balita. Kandungan tepung kanji yang terdapat dalam keripik akan berubah menjadi gula, dan kemudian menghasilkan asam. Hal tersebut dapat merusak enamel gigi sisi kecil. Selain itu, teksturnya keripik yang cenderung kasar juga bisa terselip di antara gigi balita sehingga berisiko menyebabkan gigi berlubang.
© Dream
Mengunyah es batu bisa melemahkan enamel gigi. Hal itu meningkatkan risiko gigi retak dan mudah patah. Kondisi tersebut dapat memicu munculnya gigi sensitif dengan gejala ngilu.Selain tak baik untuk gigi, es batu yang dikunyah dalam bentuk cukup besar juga berpotensi membuat si kecil tersedak.
© Dream
Permen, cokelat, atau camilan manis lainnya mengandung kadar gula tinggi. Sisa gula yang melekat pada gigi akan diubah oleh kuman-kuman menjadi asam. Permukaan gigi yang terkena asam akan mengalami pelarutan mineral, sehingga berpotensi menimbulkan karies gigi. Kondisi ini bisa semakin parah jika si kecil tidak rajin menggosok gigi, terutama sebelum tidur.
Selengkapnya baca di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya