Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
(Foto: Ilustrasi/Shutterstock)
Dream - Sariawan menjadi salah satu penyakit yang mengganggu aktivitas kita sehari-hari. Perih di dinding mulut, lidah, atau gusi, tak hanya membuat susah makan tetapi juga membuat kita kesulitan bicara.
Apalagi saat puasa. Adanya sariawan tentu semakin menyiksa. Saat sahur dan buka, kita bisa kehilangan nafsu makan karena sariawan. Padahal, tubuh membutuhkan nutrisi untuk memulihkan tenaga setelah berhenti makan dan minum selama 14 jam.
Silaturahmi dan ibadah juga terganggu karena sariawan membuat kita kesakitan membuka mulut.
Sariawan adalah semacam gangguan pada selaput mukosa mulut. Cirinya bercak luka berwarna putih atau merah pada dinding mulut, gusi, bahkan lidah.
Meski tidak terlalu besar dan letaknya bersembunyi di rongga, nyatanya luka itu memberikan efek nyeri. Ditambah saat puasa, jaringan epitel pada rongga mulut tidak cepat melakukan regenerasi.
Tersinggung sikat gigi atau tergigit begitu saja, akan menimbulkan luka di rongga mulut. Karena saat puasa kekurangan nutrisi, sariawan juga lekas pulih.
Tak perlu khawatir menghadapi sariawan saat puasa. Ada beberap langkah untuk mencegah sariawan saat berpuasa.
Pertama rajin menggosok gigi saat sebelum tidur dan setelah sahur.

Saat berbuka puasa, minumlah air hangat sebelum mengonsumsi makanan dan minuman lain. Air terlalu panas dan dingin akan menyebabkan pelindung mukosa mulut terganggu sehingga mudah terkena sariawan.
Kamu juga perlu memperbanyak makan sayuran dan buah-buahan yang mengandung vitamin C seperti jeruk dan jambu biji. Jangan mengonsumsi makanan yang terlalu pedas, panas, dan dingin. Makanan tersebut akan menyebabkan gusi, lidah, dan bibir terluka.
Saat puasa, hindari stres. Ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah bisa mengurangi stres dan mengontrol emosi.
Untuk menunjang kesembuhan dan meredakan sariawan, minumlah Larutan Penyegar Cap Badak. Berisi ramuan herbal alami, cairan ini mempunyai rasa jeruk yang bisa menyembuhkan sariawan di rongga mulutmu.

Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha