Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gorengan/ Foto: Shutterstock
Dream - Makanan yang digoreng memang sangat nikmat. Rasanya gurih, legit dan teksturnya menjadi renyaah. Bagi Sahabat Dream yang suka gorengan, pastikan mengonsumsi secukupnya saja.
Pasalnya, mengonsumsi makanan yang digoreng secara berlebihan bisa memicu kolesterol tinggi. Tentunya Sahabat Dream tak mau demikian. Untuk itu, coba cara-cara sederhana yang bisa dilakukan untuk membuat hidangan gorengan jadi lebih sehat dan rendah kolesterol
1. Goreng dengan minyak bersih
Selalu gunakan minyak baru yang bersih karena makanan masih terjaga kualitasnya. Kadar kolesterolnya tidak terlalu banyak dibanding minyak yang sudah dipakai berulang kali.
2. Goreng dengan minyak panas
Jangan menggoreng pada minyak yang belum panas karena makanan cenderung menyerap lebih banyak minyak. Goreng pada saat minyak sudah benar-benar panas, dengan begitu gorengan akan segera matang dan kering. Tapi jangan menggunakan api terlalu besar.
3. Serap dengan kertas atau tisu
Setelah ditiriskan dari minyak panas, segera taruh di piring yang sudah dilapisi kitchen paper atau tisu sehingga bisa menyerap minyak yang tersisa. Dengan begini, tidak terlalu banyak minyak yang masuk ke tubuh.
4. Jangan memanaskan makanan yang sudah digoreng
Setelah menggoreng makanan sebaiknya tidak digoreng lagi, bukan hanya mengurangi nutrisinya tapi juga menambah kadar kolesterol karena minyak menyerap lebih banyak.
5. Jangan gunakan mentega atau margarin
Dilansir dari WebMD, sebaiknya jangan memasak dengan mentega atau margarin untuk mengurangi potensi lemak trans dan jenuh yang memicu kolesterol. Itu dia sekian cara agar makanan yang digoreng bisa rendah kolesterol. Layak dicoba.
Laporan Feby Anindya Kirana/ Sumber: Fimela
Dream - Hidangan pedas selalu jadi andalan untuk membangkitkan nafsu makan. Sedang mencari menu pedas untuk dimasak di rumah? Bagaimana kalau Sahabat Dream membuat bakso goreng mercon yang pedasnya maksimal.
Cocok bagi kamu penggila hidangan pedas. Untuk membuatnya tak perlu banyak bahan dan prosesnya tak rumit. Intip saja resepnya berikut.

Bahan:
- 20 butir bakso sapi, kerat jadi empat
Bumbu utuh:
- 1 sdm kecap manis
- 1 lembar daun salam
- 3 lembar daun jeruk
- garam secukupnya
Bumbu halus:
- 20 buah cabai rawit
- 5 buah cabai merah kriting
- 3 buah cabai merah besar
- 10 siung bawang merah
- 5 siung bawang putih

- Goreng bakso sapi hingga mengembang, angkat
- Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan bumbu utuh kecuali kecap. Masak hingga bumbu matang
- Masukkan bakso dan tuang kecap manis. Aduk rata dengan bumbu dan bakso. Angkat
- Sajikan bakso mercon pedas dengan nasi hangat
Dream - Sedang mencari resep membuat camilan yang mudah dibuat di rumah? Bekerja di rumah memang membuat kita kerap mencari makanan untuk ngemil. Corned beef atau kornet bisa kamu manfaatkan.
Olah saja kornet menjadi bakso goreng. Sajikan hangat bersama mayonaise atau saus sambal. Cara membuatnya sangat mudah, berikut resepnya.

Bahan:
- 250 gr corned beef
- 5 sdm tepung terigu
- 1 sdm tepung tapioka
- 1 butir telur
- 1 sdt garam
- 1/2 sdt merica bubuk
- 1/4 sdt baking powder
- 2 siung bawang putih, haluskan
- 3 buah cabai rawit, haluskan (optional)

Cara Membuat:
- Campurkan semua bahan, aduk merata
- Panaskan minyak goreng, bentuk bulat-bulat adonan, bisa dengan sendok atau tangan
- Goreng bakso kornet hingga matang kecokelatan dengan api sedang. Angkat dan tiriskan minyak
- Bakso kornet siap sajikan dengan saus favorit sebagai camilan
Laporan Febi Anindya Kirana/ Sumber: Fimela
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya