Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ibu Tidurkan Bayi/ Foto: Shutterstock
Dream - Membuat bayi untuk tidur lelap jadi tantangan yang dialami setiap orangtua. Orangtua akan melakukan berbagai cara agar bayi bisa tidur nyenyak.
Mulai dari menggendong, berbisik, sampai menyanyikannya lagu. Tak jarang, setelah bayi terlelap, mereka bangun lagi ketika dibaringkan. Hal ini pun membuat bayi jadi rewel dan sulit tertidur lagi. Sering mengalami ini ayah bunda?
Tenang, menurut sebuah studi baru, terdapat teknik yang bisa dilakukan orangtua untuk menenangkan bayi rewel dan menidurkannya. Studi yang dilakukan oleh tim dari Riken Research Institute di Jepang ini menganalisis 21 bayi berusia 7 bulan atau lebih muda dan melibatkan sejumlah ibu di Jepang dan Italia.

Dalam penelitiannya, para peneliti menguji dengan memeriksa detak jantung bayi saat ibu melakukan empat aktivitas berbeda, yaitu menggendong bayi sambil berjalan, duduk sambil menggendong, mendorong di stroller dan menidurkannya di tempat tidur.
Menempatkan bayi yang sedang tidur di tempat tidur setelah mereka tertidur tanpa duduk terlebih dahulu seringkali membuatnya terbangun. Hasil penelitian yang sudah diterbitkan dalam jurnal peer-review Current Biology ini menunjukkan bahwa 46% bayi yang diuji, tertidur dalam 5 menit ketika sang ibu menggendong bayi sambil berjalan.

Sedangkan, 18% lainnya tertidur dalam beberapa menit berikutnya. Menempatkan bayi yang sedang tidur di tempat tidur setelah mereka tertidur tanpa duduk terlebih dahulu seringkali membuatnya terbangun.
“ Saya telah membesarkan empat anak dan saya melakukan hal ini, tetapi bahkan saya tidak dapat memperkirakan hasil utama dari penelitian ini sampai data statistik muncul,” kata salah satu peneliti Kumi Kuroda.
Jadi, teknik yang paling cepat menidurkan bayi adalah menggendongnya sambil berjalan. Setelah si kecil tidur pulas, duduklah sebentar, baru kemudia baringkan di tempat tidurnya. Selamat mencoba ayah bunda!
Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita/ Sumber: NextShark
Dream - Masyarakat Indonesia masih banyak yang percaya dan mengandalkan bahan dan metode tradisional yang untuk redakan keluhan penyakit pada anak-anak. Salah satunya adalah mengerok bayi dengan bawang merah saat mengalami gejala batuk, pilek atau demam.
Bawang merah dipercaya bisa meredakan keluhan tersebut karena efek hangatnya. Cara ini masih banyak dilakukan hingga kini, dan ternyata efeknya bisa berbahaya.
Mengapa? Dokter S.Tumpal Andreas, M.Ked(Ped), spesialis anak, lewat akun Instagramnya @dr.andreas.spa, mengungkap kalau mengerok anak dengan bawang merah, bisa menyebabkan iritasi pada kulit bayi yang berujung infeksi.
" Yang kita tahu bawang merah itu bahan iritasi sehingga pada kulit bayi yang masih sensitif bisa menyebabkan iritasi kemerahan dan luka. Nah, yang tadinya untuk menghilangkan demam atau mengurangi demam justru malah menyebabkan infeksi karena mengakibatkan luka yang disebabkan oleh kerokan tersebut," kata dr. Andreas.
Ia mengingatkan para orangtua untuk menghindari mengerok bayi dengan bawang mewah. Pasalnya, kondisi kulit bayi bisa malah bermasalah dan cara tersebut tak terbukti bisa meredakan gejala flu pada anak
" Hati-hati ya, karena apa? kulit bayi masih sangat sensitif. Bijak-bijak ya untuk menerima informasi yang berhubungan untuk anak, jangan sampai salah langkah," pesannya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya