Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Varian Baru Indomie Real Meat
Dream - Mi instan menjadi sajian favorit banyak orang. Sajian ini memang bisa dihidangkan dalam berbagai suasana. Selain penyajian yang praktis, rasanya pun sesuai dengan lidah.
Varian rasa pun semakin banyak. Produsen mi instan terus berinovasi mengeluarkan produk-produk baru yang menjanjikan pengalaman rasa berbeda kepada para penggila mi instan.
Salah satunya Indofood. Mereka baru saja mengeluarkan varian baru dari Indomie Real Meat. Jika sebelumnya ada rasa Rendang dan Ayam Jamur, kini hadir lagi dua rasa baru, yaitu Empal Goreng dan Telur Balado.
" Ini merupakan bagian dari komitmen Indofood untuk menyajikan kuliner khas Nusantara yang bukan hanya lezat tapi juga berkualitas prima," ujar Lucy Suganda, General Manager Indomie, di Jakarta, Kamis 30 Maret 2017.
Keunggulan varian ini menyajikan daging asli tanpa bahan pengawet. Dengan berat 110gram, Indomie rasa telur balado akan disajikan bersama telur dan juga kentang goreng bumbu balado.
Sementara untuk varian rasa Empal Goreng, disajikan bersama beberapa potong daging empal dan juga bawang goreng sebagai penyempurna rasa.
Proses pembuatan agar bahan makanan tetap segar dan rasanya terjaga, dengan mengandalkan teknologi khusus, retort. Teknologi inilah yang membuat daging serta telur asli tetap utuh.
" Proses terbaik untuk mengawetkan makanan basah dan tidak asam dengan teknologi retort, yaitu mengelola pangan dalam kondisi kedap (tertutup) dan suhu panas tertentu. Agar tetap mempertahankan gizi yang ada," kata Prof. Dr. Purwiyanto Haryadi, Pakar Teknologi Pangan IPB, dalam peluncuran produk ini.
Menurut dia, selama kemasan mi instan ini tidak rusak, maka produk aman untuk di konsumsi. Untuk kandungan monosodium glutamat (MSG), menurut Purwiyanto, tak perlu dikhawatirkan.
" Untuk masalah MSG, jika kandungannya sesuai dengan BPOM enggak masalah tetap safety. MSG itu kan sama saja seperti gula dan garam kalau kebanyakan juga enggak bagus," ujar Purwiyanto.
Penasaran mencoba?
Laporan: Awalendi Emma Pajarini
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya