Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Menjadi orangtua bukan semata-mata menjalankan tugas memenuhi kebutuhan anak-anak. Lebih dari itu, butuh komitmen dan tanggung jawab agar bisa membesarkan buah hati dengan baik.
Setiap orangtua tentu ingin memiliki anak-anak dengan pribadi tangguh serta sikap dan pemikiran yang matang. Tapi proses membesarkan dan merawat anak tak semudah yang dibayangkan. Konflik selalu muncul, belum lagi masalah eksternal yang seringkali memicu rasa stres pada orangtua bahkan bisa menjadi depresi.
Sebuah studi dilakukan oleh Profesor Robin Simon dari Florida State University dan Ranae Evenson dari Vanderbilt University's Ranae Evenson dilakukan untuk mencari tahu level stres dan depresi yang dialami para orangtua. Ada beberapa kesimpulan penting dari penelitian tersebut.
Yaitu, beberapa orangtua memang memiliki level stres yang lebih tinggi dibanding orangtua lainnya. Mereka yang memiliki gejala depresi lebih tinggi yaitu, orangtua yang masih tinggal bersama dengan anaknya yang sudah dewasa, dan orangtua yang punya anak dewasa tapi tak tinggal bersamanya.
Level depresi yang tinggi juga dialami mereka yang kehilangan hak asuh pada anak-anaknya yang masih kecil. Meski demikian, level stres orangtua memang sangat tinggi dan siapapun yang menjadi orangtua akan mengalaminya.
" Hal yang mengejutkan adalah temuan bahwa gejala ini tidak hilang saat anak-anak tumbuh dan keluar rumah. Orangtua masih terus khawatir tentang anak-anak mereka dan bagaimana mereka bergaul di dunia sepanjang hidup mereka, sejak bayi hingga anaknya bekerja dan menikah," ungkap Simon, seperti dikutip dari Verywell.
Penelitian ini menurut Evenson, bukan berarti orangtua tidak menikmati peran mereka mengasuh anak-anak. Tapi menunjukkan kalau toleransi emosional untuk mengasuh anak memang sangat tinggi.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi