Hijab Si `Cindai` untuk Dunia

Reporter : Sandy Mahaputra
Rabu, 11 November 2015 19:44
Hijab Si `Cindai` untuk Dunia
Siti Nurhaliza masuk dalam daftar 500 Muslim berpengaruh di dunia 2015. Ia bersanding dengan tokoh besar sekaliber Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Raja Yordania, Abdullah II.

Dream - Gempita, sorak sorai, dan tepuk tangan penonton yang membahana membuat ruangan berisi 5.000 kursi itu semakin sesak. Dari balik panggung megah, diva pop Negeri Jiran itu muncul. Tepukan kian meriah. Tapi, ada yang berbeda dari penampilan sang superstar.

Tak seperti enam tahun silam. Penampilan sang biduan berubah. Rambut hitam panjang yang biasa tergerai tak lagi terlihat. Semua tertutup balutan hijab. Gaun membentuk siluet lekuk tubuh pun tidak lagi tampak.

Penonton yang sudah menunggu di The Star Theater, Singapura, terbelalak. Tak cuma cantik. Paras sang penyanyi kondang Malaysia, Siti Nurhaliza, itu seperti menghimpun semua jenis keteduhan. Setelan gaun terusan hitam mengkilat, senada dengan hijab, membuat ratusan pasang mata terpaku ke arahnya.

Bukan hanya Siti, sejumlah penari panggung yang mengiring pelantun tembang 'Cindai' juga berhijab. Jadilah nuansa hijab sangat kental dalam konser malam itu. Penonton bertepuk sorai. Rindu berat dengan sang idola terbayar.

Siti terakhir menggelar konser tunggal di Negeri Singa itu pada 2008. Awal April 2014, ia muncul lagi di atas pentas. Tak sekadar selendang seperti sebelumnya, Siti sekarang menutup rapat auratnya dengan hijab. Dan ini konser pertama ia berhijab.

Sejak itu, hampir semua media ramai mengulas penampilan anyar sang diva. Setelah sempat vakum dari dunia keartisan karena menikah dengan Bangsawan Malaysia, Datuk Khalid Mohammed Jiwa.

Keputusan Siti berhijab yang ambil saat merayakan ulang tahun ke-34, Januari 2014, sempat mendapat komentar sumbang. Kariernya diprediksi bakal tak semoncer dulu. Ia bakal ditinggal banyak fans.

" Saya tak khawatir ditinggal fans. Justru akhirnya saya merasa benar-benar menjadi muslim setelah berhijab. Saya yakin tetap dicintai penggemar," komentar artis yang tenar di Indonesia dekade 1990-an, dikutip Dream dari New Strait Times, Selasa 11 November 2015.

Terbukti. Hijab membawa berkah untuk perjalanan karier muslimah kelahiran Pahang, 11 Januari 1979. Tawaran manggung datang sili berganti. Tak pernah sepi.

Ia juga menjadi ikon dari sebuah label hijab Malaysia, Ariani. Siti menjadi trendsetter hijab di Negeri Jiran. Yang terbaru, ia menjajal peruntungan sebagai pebisnis produk-produk kecantikan.

Dan puncaknya, nama Siti Nurhaliza masuk dalam daftar 500 Muslim berpengaruh di dunia 2015. Ia bersanding dengan tokoh besar sekaliber Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Indonesia Joko Widodo dan Raja Yordania, Abdullah II.

Pengakuan ini sekaligus membuat Siti sebagai artis wanita pertama terpilih dalam daftar tersebut yang mulai dirilis sejak 2009. Untuk artis pria ada Zayn Malik, mantan personel boyband One Direction.

Dalam buku tahunan itu, Siti digambarkan sebagai penyanyi yang memenangkan berbagai penghargaan musik serta diberi penghormatan atas kontribusinya dalam kerja-kerja amal.

Selain Siti, tokoh Malaysia yang ikut masuk adalah komposer Hafiz Hamidun dan Presiden PAS Datuk Seri Abdul Hadi Awang. Daftar dengan judul lengkap The Muslim 500: The World's 500 Most Influential Muslims berisi 500 orang paling berpengaruh di dunia Islam, yang terbagi dalam berabgai kategori seperti politik, agama, bisnis, dunia hiburan dan olahraga.

Terkejut bukan kepalang...

1 dari 2 halaman

Karier Moncer

Pelantun 'Bukan Cinta Biasa' itu terkejut bukan kepalang. Siti tak menyangka dinobatkan menjadi salah satu 500 Muslim berpengaruh dunia. Kendati ia yakin jika dibanding dengan nama lain masih tak seberapa.

" Saya tidak seberapa jika dibandingkan dengan nama-nama di daftar itu. Meski tidak berkontribusi banyak dalam pembangunan agama, saya tetap teguh dalam karir buat agama, bangsa dan negara," kata wanita berusia 36 tahun itu.

Jika menengok segudang prestasi yang diukirnya, Siti memang layak menyandang gelar itu. Karirnya sebagai penyanyi diawali lewat hobi semasa kecil membawakan lagu-lagu tradisional di acara pesta keluarga.

Pada 1995, Siti mengikuti ajang adu bakat remaja, Juara Bintang di Radio Televisyen Malaysia (RTM), dimana saat itu dipertemukan dengan aktor India, Kamal Hassan, yang menjadi tutor vokal dan penampilannya.

Siti berhasil mengantongi juara pertama, dan kemudian dikontrak Suria Records dengan merilis debut albumnya, Siti Nurhaliza (1996).

Pasca merilis album pertama, Siti begitu cepat dikenal sebagai sosok penyanyi yang berkarakter membawa budaya lokal melayu. Lagu-lagunya yang kemudian berkembang berirama pop, R&B dan tetap bernafaskan irama melayu itu, disambut meriah pengemarnya di Singapura, Brunei dan Indonesia.

Hingga putri pasangan Tarudin Ismail dan Siti Salmah Bachik ini, mengantongi sejumlah penghargaan Nasional maupun Internasional dan dinobatkan sebagai salah seorang diva pop Asia.

Puncaknya pada April 2005, Siti berkesempatan tampil dalam konser tunggal prestisius di Royal Albert Hall di London, dengan diiring musisi asal Indonesia, Erwin Gutawa.

Siti tercatat menjadi penyanyi Asia pertama yang pernah menggelar konser tunggalnya di Royal Albert Hall. Salah satu gedung pertunjukkan di London, Inggris yang tersohor seantero dunia.

Dari menyanyi ia membangun kerjaan bisnis. Mulai dari label rekaman, Siti Nurhaliza Productions, brand merk Parfum dan sejumlah produk lainnya. Tak heran jika Siti juga dinobatkan sebagai artis terkaya di Malaysia.

2 dari 2 halaman

Si Kaya yang Suka Sedekah

Sebagai artis paling tajir di Malaysia, Siti Nurhaliza bukanlah orang yang suka menimbun kekayaan untuk dinikmati sendiri.

Ia dikenal sering berbelas kasih pada orang-orang miskin dan menderita di negerinya. Lewat Yayasan Nurjiwa yang dinaunginya bersama sang suami, ia sering melakukan aksi sosial.

Pada 2014, perempuan yang telah mengkoleksi 18 album, menargetkan yayasannya mengumpulkan dana sekitar Rp 12 miliar untuk disumbang ke warga miskin dan korban bencana di penjuru Malaysia. Dana itu didapatkan Siti dengan menggelar konser amal.

Siti juga mendedikasikan album barunya, Fragmen, untuk keluarga korban pesawat MH17 dan rakyat Gaza di Palestina.

" Saya dedikasikan album ini kepada keluarga atau mereka yang mengalami kesedihan saat ini agar sedikit sebanyak dapat memberi mereka semangat," kata penyanyi yang kini bergelar Dato.

Dengan penampilannya sekarang, Siti ingin memberi pesan kepada setiap muslimah jika hijab bukan penghalang untuk berkarier terutama dalam dunia hiburan.

" Saya melihat artis lain seperti Yuna dan Shila Amzah--yang juga berhijab, merupakan contoh yang bagus artis yang sukses di dunia internasional," tutup ibu mertua dari Tya Arifin, artis Indonesia pemain sinetron 'Preman Pensiun` itu.

Beri Komentar