Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
(c) Shutterstock
Siwak dikenal sebagai sikat gigi yang digunakan untuk menjaga kesehatan gigi, mulut, dan gizi di zaman nabi. Sampai sekarang masih banyak umat muslim yang menggunakan siwak dalam kehidupan sehari-hari. Tak mengherankan karena ada banyak sekali manfaat yang dikandung siwak, seperti ampuh untuk menjaga kesehatan gigi, gusi, dan juga mencegah bau mulut. Nah untuk mengetahui lebih jauh tentang siwak atau yang juga disebut dengan miswak itu, ketahui beberapa fakta unik berikut yuk!

Siwak juga dikenal dengan nama miswak dan telah menjadi kegiatan sunnah atau anjuran nabi bagi beberapa umat muslim. Umumnya, orang-orang di Timur Tengah biasa membuat siwak dari ranting atau akar pohon arak atau yang nama ilmiahnya adalah Salvadora persica. Namun, ternyata di Afrika Barat, pohon limun atau Citrus aurantifolia sering dipakai masyarakat di sana sebagai bahan siwak. Sebagai opsi, orang-orang Afrika juga kerap menggunakan pohon jeruk (Citrus sinesis).
Berbeda dengan sebagian orang Amerika berkulit hitam, mereka memilih untuk memakai akar tanaman senna atau (Casssiva vinea). Sedangkan orang-orang di India terbiasa untuk memanfaatkan pohon neem atau Azadirachta indica. Berbeda dengan Jepang, masyarakat di sana membuat siwak dari koyoji, sedangkan orang Roma memakai kayu damar wangi.

Siwak memang memiliki kaitan erat dengan kebudayaan umat Islam. Namun, kalau kamu tahu ternuata kegiatan ini bukan murni lahir dari peradaban Islam. Sebuah paper berjudul “Miswak (chewing Stick): A Cultural And Scientific Heritage” ditulis oleh Ra'ed I. Al Sadhan dan Khalid Almas pernah diterbitkan. Di dalamnya dikatakan jika siwak telah digunakan oleh orang-orang di Babilonia sejak 7.000 tahun lalu. Kemudian berlanjut pada zaman kerajaan Yunani, Romawi, Yahudi, Mesir Kuno, dan hingga saat ini.

Seiring perkembangan zaman dan juga melihat kebiasaan masyarakat yang banyak menggunakan sikat dan pasta gigi, kini siwak diadaptasi dalam bentuk pasta gigi. Yuk rasakan kebaikan dan manfaat siwak dalam Pepsodent Siwak. Ini dia pasta gigi halal terbaru yang mengandung formula siwak dan mint. Kebaikan bahan alaminya dapat membantu merawat kekuatan gigi sekaligus menyegarkan nafas. Siap memberimu kebersihan luar dan dalam.
Siwak sendiri dikenal dengan sebagai bahan kaya anti bakteri yang ampuh untuk membantu mengurangi plak serga kerak gigi. Selain itu, siwak juga mampu untuk merawat kekuatan gigi hingga terhindar dari gigi berlubang. Dengan kesegaran mint yang super segar, dijamin dapat memberikan kesegaran mulut yang tahan lama dan juga menghilangkan nafas tak segar.

Tak berhenti sampai di situ, dengan memakai Pepsodent Siwak, Sahabat Dream juga telah membantu mereka yang membutuhkan. Setiap pembelian Pepsodent Siwak kamu telah membantu melindungi senyum anak yatim piatu di Indonesia karena dari tiap kemasan yang terjual, 2.5% dari laba akan didonasikan untuk program kesehatan gigi dan mulut anak yatim piatu. Berangkat dari siwak, ternyata ada banyak kebaikan untuk diri sendiri dan sesama yang bisa dibagikan bersama Pepsodent Siwak. Info lebih lanjut, klik di sini yuk!
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha