Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Rin Kambe (Foto: Instagram/rin_rapunzel)
Dream – Rin Kambe, 35 tahun dijuluki ‘Rapunzel” dari Jepang, karena ia tidak pernah memotong rambutnya selama 15 tahun. Rambutnya pun terurai sepanjang lebih dari 1,5 meter.
Saat kecil Rin, tidak pernah diizinkan memanjangkan rambut. Karena ia bermain dalam tim sepak bola. Membuatnya harus memiliki rambut pendek.
Tetapi, ketika dewasa, Rin memutuskan untuk membiarkan rambutnya tumbuh panjang. Ia terakhir kali memotong rambut sejak 15 tahun lalu.
Meskipun terkadang rambutnya membuat ia terhalang untuk melakukan aktvitas harian, seperti mengganti baju, menari, atau saat ia menjadi model, namun Rin sangat menyukai rambut panjangnya itu.
“ Saya tumbuh dengan orang tua yang ketat dan ketika saya masih kecil, saya berada di tim sepak bola putri sehingga tidak diperbolehkan memanjangkan rambut,” ungkap Rin.
“ Saya menumbuhkan rambut ketika saya mulai menari dengan serius pada usia dua puluh tahun dan rambut saya sekarang setinggi lantai. Saya mulai menumbuhkan rambut saya karena saya ingin bersinar dengan cara yang berbeda, " tambahnya.

Rin juga mengatakan ia terus menerus mendapat pertanyaan tentang rambut panjangnya itu. Tak sedikit yang masih ragu dengan keaslian rambut miliknya.
Ia juga mendapat beragam komentar. Banyak warganet yang justru menganggap Rin berlebihan. Namun, untuk menanggapi semua komentar buruk itu, Rin mencoba menerima semuany dengan lapang dada.
“ Saya mendapatkan banyak reaksi terhadap rambut saya. Ada laki-laki di dunia yang menghargainya dan ada juga yang menganggapnya seperti monster, Saya pikir wajar jika ada perbedaan pendapat di dunia ini dan jika saya tidak percaya diri, saya akan terpengaruh oleh opini negatif. Saya bersedia menerima pendapat orang lain,” kata Rin.

Rin selalu mengubah segala persepektif negatif menjadi kekuatan baru dalam hidupnya. Ia pun yakin mampu bersinar dengan caranya sendiri.
Terlepas dari berbagai kritik yang diterimanya, Rin selalu menganggap rambutnya adalah sesuatu yang indah. Ia juga tidak berencana untuk memotongnya dalam waktu dekat. Ia juga telah menemukan cara untuk melakukan aktivitasnya dengan rambut panjangnya itu.
(Sumber: odditycentral.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya