Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Instagram @drtwi)
Dream - Kolostrum sangat penting bagi bayi yang baru lahir. Merupakan air susu pertama yang keluar dari payudara segera setelah ibu melahirkan, berwarna kuning dan sangat kaya akan gizi.
Kolostrum juga mengandung lapisan yang sangat penting bagi kekebalan tubuh bayi. Idealnya, segera setelah bayi lahir ditaruh di dada ibu untuk melakukan inisiasi menyusui dini (IMD). Pada ibu yang melahirkan secara caesar dan butuh penanganan lebih lanjut, IMD tak bisa langsung dilakukan.
Lalu bagaimana memberikan kolostrum? Dokter Tiwi, spesialis anak, dalam akun Instagramnya membagikan video yang sangat informatif. Ia memperlihatkan bagaima seorang bayi yang baru lahir tetap bisa mendapat kolostrum yang sangat berharga, sementara ibu masih menjalani prosedur operasi.
© Dream
Bayi yang ditempatkan di inkubator agar tetap hangat diberikan kolostrum yang telah diperah dari payudara ibu. Kolostrum itu kemudian dimasukkan dalam alat yang kemudian dimasukkan ke mulut bayi
" Kolostrum selalu ada! Sedikit tapi khasiat nya hebattt ...merangsang OFALT ( orofaringeal associated lymphoid tissue) sistem kekebalannya langsung menyalaaaa deh melalui lapisan di mukosa mulut nyaa ...keren lah si kolostrum itu aktifkan sistem kekebalan bayi melalui saluran pencernaan yg mulai nya di mulut!," tulis dr Tiwi.
© Dream
Dokter Tiwi menekankan pentingnya pemberian kolostrum untuk bayi baru lahir karena sebagai 'modal' awal imunitas bayi. Jumlahnya memang sangat sedikit, meskipun demikian bayi berhak mendapatkannya dengan cara apapun.
" Kadang ngga bisa dikeluarkan ( kalau hamil pertama lebih susah sih tp ada lah se titik jg ????) ya udah ngga papa nunggu aja bentar begitu beres sc nya ..segera rawat gabung and isap langsung deh ke ibunya, lebihhh kerenn lagiii ...tuh kulit ibu khusus nya di areola mama ( bagian hitam) banyakkk mikrobiotaaaaa nyaaa ...itu jg keren deh dalam merangsang sistem kekebalan bayi," pesan dr Tiwi.
Bagi ibu yang melahirkan secara caesar, jangan khawatir. Banyak cara untuk memberikan kolostrum pada si kecil yang baru lahir. Tetap semangat!
© Dream
View this post on Instagram
© Dream
Dream - Setelah bayi lahir, idealnya ditempakan di perut ibu untuk melatihnya merangkak mencari puting payudara. Setelah itu, bayi akan menyusu dan didiamkan selama beberapa menit agar kontak kulit dengan ibu. Proses ini disebut Insiasi Menyusui Dini (IMD) yang sangat berpengaruh pada keberhasilan menyusui.
Pada masa pandemi COVID-19 seperti sekarang, aktivitas IMD bisa menurun drastis. Ini dikarenakan pembatasan layanan konseling laktasi serta kondisi darurat yang terjadi bila ibu melahirkan terpapar COVID-19.
“ Pandemi COVID-19 menurunkan aktivitas Inisiasi Menyusu Dini. Kondisi ini terjadi karena kunjungan ibu hamil dibatasi, sehingga layanan konseling laktasi sebelum melahirkan terhambat," ungkap Fenny Yunita, konselor Laktasi, Dosen dan Peneliti Bahan Alam dikutip dari Liputan6.com.
Konseling laktasi termasuk salah satu kunci keberhasilan menyusui. Belum lagi ibu melahirkan yang positif COVID-19.
" Ini membuat IMD tidak berjalan karena menghindari kontak erat dengan ibu, sehingga menyusui sesering mungkin sesuai kebutuhan bayi juga tak terlaksana," kata Fenny.
© Dream
Pemberian Air Susu Ibu (ASI) segera setelah bayi baru lahir perlu dilakukan, yaitu sekitar 30 menit sampai 1 jam pasca-persalinan. Dalam proses ini, bayi yang baru saja dilahirkan akan dibiarkan untuk mencari puting susu ibunya, tanpa bantuan siapapun.
Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Emi Nurjasmi menerangkan, menyusui harus menjadi prioritas dalam kondisi apapun. Hal ini sebagai pilihan utama asupan nutrisi untuk bayi.
“ Hanya saja keterbatasan saat ini terkait edukasi menyusui dan IMD secara langsung. Tapi kami sebagai bidan memiliki solusi terkait edukasi ini melalui digital, seperti kelas online atau webinar,” terangnya.
© Dream
IMD merupakan langkah awal kesuksesan menyusui untuk enam bulan ke depan atau masa pemberian ASI eksklusif. Emi pun mendorong edukasi dan akses informasi seputar IMD bagi ibu hamil, yang juga didukung oleh suami dan keluarga.
Terkait IMD, Kementerian Kesehatan sudah menerbitkan Panduan Pelayanan Kesehatan Balita pada Masa Pandemi COVID-19 bagi Tenaga Kesehatan. Panduan tersebut juga bisa memberi pemahaman kepada para ibu.
Pada panduan yang diterbitkan sesi Edisi Revisi 22 April 2020, ibu yang terpapar COVID-19 tidak diperbolehkan mendapat IMD.
© Dream
Inisiasi menyusu dini (IMD) diupayakan tetap dilakukan, sambil melakukan upaya pencegahan penularan infeksi. Sebaiknya tetap berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Namun, bayi yang lahir dari ibu OTG/ODP/PDP/Terkonfirmasi, tidak dilakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD).
Bayi yang lahir dari ibu OTG/ODP tidak diperbolehkan IMD namun selanjutnya bisa mendapatkan ASI dengan menyusu langsung dari ibu, setelah berdiskusi dengan tenaga kesehatan menimbang keuntungan dan kerugian menyusu langsung, serta kepatuhan ibu dalam mencegah penularan, antara lain menggunakan masker bedah, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah kontak bayi, dan rutin membersihkan area permukaan dimana ibu melakukan kontak.
Dalam keadaan tidak bisa menjamin prosedur perlindungan saluran napas dan pencegahan transmisi melalui kontak, maka bayi diberikan ASI perah. Untuk penggunaan pompa ASI, kebersihan pompa perlu dijaga. Kesehatan ibu akan dipantau terus, hingga ibu dinyatakan negatif COVID-19.
Bayi yang lahir dari ibu PDP atau terkonfirmasi COVID-19, diberikan ASI perah. Pompa ASI hanya digunakan oleh ibu tersebut dan dilakukan pembersihan pompa setelah digunakan, kebersihan peralatan untuk memberikan ASI perah harus diperhatikan. Ibu dan bayi dimonitor ketat dan dilakukan rawat terpisah (atas persetujuan ibu) sampai diketahui hasil pemeriksaan COVID-19 ibu negatif serta perlu di follow up hingga pulang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya