Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
(Ilustrasi: Shutterstock)
Dream - Setiap orang pasti pernah merasakan yang namanya sakit kepala. Biasanya, kalau sudah sakit kepala, cara termudah untuk mengatasinya cukup dengan minum pereda nyeri.
Karena itulah banyak orang yang menganggap remeh sakit kepala. Padahal, sakit kepala yang tidak sembuh-sembuh juga bisa menjadi tanda adanya suatu penyakit serius.
Dr. Michael Munger, dari Overland Park, Kansas, Amerika Serikat, mengatakan ada dua tanda sakit kepala yang berbahaya.
Pertama, bila seseorang mengalami sakit kepala lebih dari dua kali selama seminggu. Kedua, sakit kepala itu bertahan hingga tiga pekan.
Jika mengalami kedua hal tersebut, maka seseorang harus segera periksa ke dokter.
Presiden American Academy of Family Physicians itu menambahkan, pemeriksaan yang dilakukan dengan segera memungkinkan dokter untuk mendapatkan akar penyebab dari sakit kepala tersebut.
Sebab, jika tidak mendapat perhatian yang lebih serius, bisa saja sakit kepala itu merupakan indikasi adanya tumor otak atau aneurisma.
" Anda tidak ingin orang bereaksi berlebihan, tapi Anda juga tidak ingin mereka meremehkan," kata Dr. Munger dalam sebuah wawancara dengan The Washington Post.
© Dream
Dream - Nauman Tariq, Direktur Pusat Sakit Kepala di Johns Hopkins Medicine di Baltimore, memperingatkan seseorang sebaiknya tidak terlalu banyak mengandalkan obat pereda nyeri.
" Di atas kertas obat tersebut tampak aman. Tapi tidak jika terlalu sering diminum," kata Tariq.
Kata Tariq lagi, penggunaan jangka panjang atau terlalu sering minum obat pereda nyeri bisa lebih merusak daripada sakit kepala itu sendiri.
Berbagai penelitian telah membuktikan, penggunaan obat pereda nyeri yang berlebihan bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan.
Beberapa di antaranya adalah maag, masalah ginjal, kerusakan liver, dan sakit kepala yang bertambah parah.
© Dream
Dream - Sakit kepala memiliki banyak jenis. Namun yang paling umum dialami orang adalah sakit kepala tegang, sakit kepala sinus, dan migrain.
Angka dari Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan separuh dari populasi orang dewasa mengalami setidaknya satu dari ketiga jenis sakit kepala tersebut setiap tahunnya.
Lamanya sakit kepala bisa berlangsung hingga beberapa jam. Tapi sering kali hilang dengan sendirinya atau dengan bantuan obat pereda nyeri yang mudah didapat di toko-toko obat.
Namun pakar kesehatan menyarankan seseorang untuk segera memeriksakan diri jika sering mengalami sakit kepala dan obat pereda nyeri tidak mempan.
Jika sakit kepala disertai penglihatan buram, cepat lelah atau nyeri pada kulit kepala, seseorang diminta segera ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan bantuan medis.
© Dream
Dream - Badan Kesehatan Nasional Inggris NHS menyatakan bahwa sakit kepala terkadang dapat disebabkan oleh flu atau pilek. Kedua penyakit ini merupakan penyakit umum di musim hujan.
Tapi stres, masalah penglihatan, dehidrasi dan minum terlalu banyak obat pereda nyeri juga bisa menjadi penyebab seseorang mengalami sakit kepala yang menyiksa.
Sebuah penelitian di bulan November tahun lalu mengungkapkan bahwa sakit kepala memicu lebih banyak penderitaan daripada rasa sakit di bagian tubuh lainnya.
(ism, Sumber: dailymail.co.uk)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?