Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ibu Menggendong Di Sebelah Kiri (Foto: Shutterstock)
Dream - Bunda lebih suka gendong si kecil di sebelah kiri atau kanan? Ternyata menurut penelitian 70 hingga 80 persen wanita menggendong bayi di sisi kiri. Hal ini ternyata punya alasan tertentunya, lebih tepatnya penyebab fisiologis.
Sebuah studi dalam jurnal Nature Ecology & Evolution melihat apa yang disebut sebagai bias sisi kiri atau bias memeluk kiri dan menemukan bahwa banyak spesies hewan mempraktikkannya, dari walrus, paus orca, dan kangguru hingga manusia.
Mengapa? Menurut penelitian, otak kanan mengontrol sisi kiri tubuh dan sisi kanan otak juga mengendalikan emosi. Jadi, dengan menggendong bayi di sisi kiri dapat memanfaatkan fungsi-fungsi penting untuk seorang ibu dengan sangat efisien.
Seperti mencari tahu mengapa bayi menangis, butuh susu atau saat bayi tak nyaman. Meskipun beberapa orang mempertanyakan seberapa besar peran yang dilakukan tangan kanan atau kiri dalam kondisi menggendong bayi.
Evolusi ternyata jadi alasannya, tapi peneliti belum bisa mengungkap bagaimana prosesnya. Di sisi mana pun, menggendong bayi merupakan momen yang istimewa. Bukan begitu, Sahabat Dream?
© Dream
Dream - Bayi memang kerap bermasalah dengan makanan. Terutama bagi yang yang tidak bisa makan dengan baik. Ada yang sering melepeh, muntah, atau selalu tak nyaman saat makan serta sembelit.
Jika muncul gejala-gejala tersebut dan selalu berulang, sebaiknya segera berkonsultasi. Jangan sampai telat, karena bisa jadi pencernaannya bermasalah. Hal ini akan sangat berdampak negatif pada tumbuh kembangnya jika dibiarkan.
Ada empat masalah pencernaan yang sering terjadi pada bayi. Penting untuk mengetahuinya agar lebih waspada.
1. Refluks
Gastroesophageal reflux (GER) mengacu pada lewatnya isi lambung ke dalam esofagus (pipa makanan). Bayi lebih rentan terhadap refluks, dan membaik seiring bertambahnya usia. Berbagai faktor, termasuk susu sapi dan persimpangan gastroesophageal yang belum sempurna, bisa jadi pemicunya.
Kapan harus ke dokter?
Refluks biasanya membaik saat bayi bertambah besa. Jangan ragu untuk menemui dokter anak jika adanya gejala penurunan berat badan atau kurangnya penambahan berat badan, suara gemeretak di dada dan punggung bayi, kesulitan bernapas saat menyusu atau kerap tersedak.
© Dream
Muntah didefinisikan sebagai pengeluaran paksa isi lambung melalui mulut dan / atau hidung. Bayi memuntahkan sejumlah kecil cairan selama menyusu, setelah makan, atau saat bersendawa. Jumlah yang dikeluarkan biasanya kurang dari 5-10ml. Makan cepat, makan berlebih, dan menelan udara adalah beberapa penyebab muntah pada bayi. Muntah yang berulang mungkin mengindikasikan gangguan pencernaan.
Kapan harus ke dokter? Jika anak muntah dengan sangat sering sampai menunjukkan tanda lemas dan dehidrasi, muntah berwarna hijau, atau muntah darah. Jangan tunda untuk segera memeriksakannya ke dokter.
© Dream
Diare adalah buang air besar atau encer yang terjadi tiga kali atau lebih dalam 24 jam. Diare dapat menguras kandungan garam dan air dalam tubuh anak dan memicu dehidrasi.
Segera cari pertolongan medis jika melihat tanda-tanda dehidrasi pada bayi seperti mulut kering, tidak ada air mata, urine pekat atau tak buang air kecil, demam atau jika tinja memiliki lendir atau noda darah.
© Dream
Sembelit terjadi ketika bayi memiliki tinja yang keras atau bermasalah saat mengeluarkan buang air besar. Walaupun sembelit sering terjadi pada bayi, itu bisa membuat mereka tidak nyaman. Konsultasi dengan dokter jika bayi tidak buang air besar selama tiga hari berturut-turut dan muntah atau sangat rewel sambil memegang perutnya.
Sumber: Momjunction
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya