Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mengapa Air Radiator Diberi Pewarna? (foto: Shutterstock)
Dream – Sahabat Dream, mengisi cairan jenis apa untuk komponen radiator, air biasa atau cairan khusus yang disediakan pabrikan? Pernahkah kamu memperhatikan caran khusus radiator?
Jika kamu perhatikan air radiator tak bening seperti air biasa. Bahkan warnanya terlihat lebih pekat dari air.
Dikutip dari Suzuki, Rabu 21 Agustus 2019, air radiator memang sengaja diberi perwarna sebagai identitas pabrikan. Pada umumnya, masing-masing pabrik memberikan warna yang berbeda untuk air radiator.
Kamu jangan heran saat menemukan air radiator berwarna hijau, biru, merah, atau kuning.
Selain sebagai identitas pabrik pembuatnya, warna air radiator dirancang untuk mempermudah pengguna membedakannya dengan cairan lainnya. Jadi, kalau ada kebocoran, langsung bisa diidentifikasi apakah yang bocor itu dari oli atau dari air radiator.
Satu hal yang harus diketahui adalah perbedaan warna air radiator bukan berarti beda khasiatnya. Warna-warna tersebut cuma pewarna dan tidak ada hubungannya dengan khasiat atau keunggulan tiap produk air radiator.
Dream – Selain mobil, komponen radiator kini juga banyak dipakai di beberapa sepeda motor keluaran terbaru. Radiator merupakan komppnen penting yang menjadi sistem pendingin mesin sepeda motor.
Fungsinya, ya, menekan panas ruang bahan bakar, mulai dari crankcase sampai silinder case.
Ada ruang di radiator yang harus diisi air untuk mendinginkan panas mesin. Air yang digunakan bukanlah air yang sembarangan, yaitu radiator coolant. Tapi, ada juga yang mengisinya dengan air ledeng sebagai coolant-nya.
Radiator diisi dengan air ledeng, memang boleh?
Dikutip dari Queenrides, Minggu 30 Desember 2018, pengisian radiator dengan air ledeng, kalau sudah kepepet, tak apa-apa. Ini boleh dilakukan kalau air radiator benar-benar habis dan kamu tidak bisa menemukan gantinya.
Namun ingat Sahabat Dream. Kamu harus cepat-cepat menguras dan menggantinya dengan radiator coolant, ya.
Pengisian air radiator dengan air keran sangat berbahaya. Mengapa?
Air khusus radiator ini memang dirancang tidak menimbulkan kerak. Kalau radiator diisi dengan air yang sembarangan, jalur air bisa berkerak.
Kerak ini akan menghambat sirkulasi air. Kondisi ini akan membuat pendinginan mesin tidak optimal.
Lebih baik kamu rutin mengecek radiator coolant secara berkala. Kalau jumlahnya berkurang, tambahkan dengan cairan serupa. Jangan lupa juga untuk menguras dan mengganti radiator coolant secara berkala.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya