Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kehamilan diharapkan selalu dalam kondisi baik dan sehat hingga persalinan. Sayangnya, pada beberapa kondisi kehamilan tak bisa dipertahankan dan terjadi keguguran.
Satu kali keguguran saja merupakan mimpi buruk bagi calon ayah dan ibu, apalagi jika keguguran terjadi berulang. Banyak faktor yang menyebabkan ibu hamil mengalami keguguran.
Salah satu penyebabnya dan banyak tak disadari adalah penyakit autoimun yang dialami ibu. Penyakit autoimun merupakan kondisi yang disebabkan oleh kegagalan sistem kekebalan tubuh, hingga akhirnya menyerang jaringan tubuh sendiri.
Sistem kekebalan tubuh gagal membedakan sel-sel asing dan sel tubuh sendiri, sehingga menimbulkan masalah kesehatan. Dalam hal ini, terjadi peradangan akibat autoimun.
Ada banyak dampak autoimun yang bisa dirasakan oleh penderitanya. Misalnya, organ tubuh berkembang dan berfungsi abnormal, adanya gangguan pembuluh darah, jaringan, otot, serta kulit, dan masih banyak lagi.
“ Sering keguguran pun merupakan salah satu dari dampak dari autoimun," kata dr. Devia Irine Putri, dikutip dari KlikDokter.
© Dream
Keguguran bisa terjadi ketika sistem kekebalan ibu dengan autoimun menyerang sel-sel asing. Hal ini akan mengganggu perkembangan janin dan membuatnya jadi lemah hingga keguguran.
Jenis penyakit autoimun sangat beragam. Antara lain lupus, diabetes melitus tipe 1, rheumatoid arthritis, multiple sclerosis, psoriasis, dan celiac disease.
Lalu, jenis mana yang kerap menimbulkan keguguran berulang?
“ Ada suatu kondisi yang namanya antifosfolipid syndrome (APS) atau kerap disebut sindrom Hughes. Ini adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sistem pembekuan darah,” ujar dr. Devia.
© Dream
APS membuat darah mudah sekali menggumpal, lalu membuat sumbatan. Organ lain pun tidak mendapat asupan nutrisi yang dibawa oleh darah. Autoimun penyebab keguguran ini pun dapat menyebabkan preeklampsia serta kelahiran prematur.
Tak cuma berdampak pada kondisi kehamilan, wanita yang memiliki sindrom APS atau sindrom Hughes ini pun berisiko untuk mengalami serangan jantung serta stroke. Untuk itu pada perempuan yang mengalami keguguran berulang, sebaiknya lakukan skrining menyeluruh untuk mengetahui apakah disebabkan autoimun atau bukan.
Jika disebabkan autoimun, dokter kandungan akan memberikan penanganan khusus. Tentunya demi melindungi ibu dan janin, agar kehamilan bisa dipertahankan serta tak membahayakan nyawa ibu.
Selengkapnya baca di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
