Kamis, 22 Oktober 2026 Cari

Kematian Bocah karena Asma Ungkap Fakta Mengerikan Polusi

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 21 Januari 2019 08:11
Kematian Bocah karena Asma Ungkap Fakta Mengerikan Polusi
Level polusi udara di area tempat tinggalnya sangat parah.

Dream - Kasus kematian Ella Kissi-Debrah (9) pada 2013 di London, Inggris, ternyata kembali jadi pembahasan pihak terkait di 2019. Bocah tersebut meninggal dunia karena asma hingga kejang.

Kondisi tersebut kabarnya dipicu oleh polusi udara yang sangat parah di kawasan tempat tinggal Ella. Ia tinggal hanya 25 meter dari Jalan South Circular London, yang dikenal sebagai hotspot polusi udara di Inggris.

Pemeriksaan awal atas kematian anak itu menyimpulkan, Ella meninggal karena gagal pernapasan akut. Tetapi seorang ahli yang telah memeriksa kasus tersebut meyakini, tingginya tingkat polusi udara yang dihirup menyebabkan serangan asma yang fatal.

Adanya hubungan polusi udara dan kematian sang anak membuat sang ibu membujuk jaksa agung untuk memberikan izin padanya sebuah pengajuan permohonan ke Pengadilan Tinggi untuk pemeriksaan baru. Apalagi, tidak ada seorang pun yang secara resmi meninggal karena polusi udara sebelumnya.

“ Bagi saya, kasus ini memberikan kesempatan bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk ditanyai dan dimintai pertanggungjawaban sekaligus memberikan solusi. Ya, agar kita dapat bergerak membersihkan udara secepat mungkin,” Jocelyn Cockburn, seorang pengacara hak asasi manusia yang mewakili keluarga Ella, dikutip dari Independent.

1 dari 1 halaman

Efek Polusi Begitu Mengerikan Ibu Ella, Rosamund Adoo-Kissi-Debrah mengatakan, keputusan tersebut memungkinkan masyarakat mulai memahami efek polusi udara merusak kesehatan kaum muda. "Tidak dapat diterima, anak-anak di Inggris meninggal karena pol

Ibu Ella, Rosamund Adoo-Kissi-Debrah mengatakan, keputusan tersebut memungkinkan masyarakat mulai memahami efek polusi udara merusak kesehatan kaum muda.

" Tidak dapat diterima, anak-anak di Inggris meninggal karena polusi udara," Jaksa agung, Geoffrey Cox.

Meskipun Cox tidak punya kekuasaan untuk memerintahkan pemeriksaan baru sendiri, kemungkinan Pengadilan Tinggi akan mengizinkan proses pemeriksaan lebih lanjut terkait polusi udara, yang diduga sebabkan serangan asma fatal pada Ella.

Ella dulu sering jalan kaki ke sekolah di sepanjang South Circular. Ia menghabiskan waktu hingga 40 menit berjalan di tengah asap kendaraan dengan lalu lintas yang sangat padat.

Sebenarnya, sampai usia 9, Ella tidak punya riwayat asma. Namun, setelah mengalami batuk pada 2010, kesehatannya kian memburuk. Ia dirawat di rumah sakit sebanyak 27 kali dalam rentang tiga tahun (hingga 2013).

Sebuah laporan Stephen Holgate mengatakan ahli asma dan polusi udara dari Rumah Sakit Universitas Southampton menyimpulkan, ada hubungan mencolok antara waktu Ella dirawat di rumah sakit dan lonjakan polutan udara.

Pada waktu itu, kadar polutan paling berbahaya dicatat stasiun pemantauan pemerintah di dekat rumahnya. Pada 2017, udara London sangat kotor sehingga melanggar batas tahunan seperti disampaikan para peneliti dari King's College London.

Polutan yang mengotori udar kebanyakan berasal dari mesin diesel pada mobil dan truk.


Laporan Fitri Haryanti Harsono/ Liputan6.com

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More