Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© 2021 Shutterstock
Bicara menganai risiko penyakit yang bisa menyerang siapa saja, maka jantung koroner jelas masuk dalam hitungan. Berbagai kalangan baik muda maupun dewasa sama-sama memiliki risiko terjangkit oleh penyakit jantung koroner ini.
Bahkan, penyakit jantung koroner menjadi penyebab lebih dari 37.000 orang setiap tahun di Amerika Serikat. Dengan angka kematian yang teramat tinggi, penyakit ini tentunya nggak boleh diremehkan. Oleh sebab itu, yuk kenalan lebih jauh dengan penyakit berbahaya yang satu ini.

Sesuai namanya, penyakit ini berhubungan langsung dengan jantung. Perkembangannya dimulai ketika arteri pada jantung tidak bisa mengalirkan darah yang kaya akan oksigen secara normal. Tidak normalnya aliran darah sendiri disebabkan oleh endapan mengandung kolesterol (plak) yang menempel pada arteri jantung.
Plak yang menempel ini akan membuat arteri mengalami cedera atau kerusakan, yang bisa saja dialami sejak masih kanak-kanak. Ketika dinding arteri rusak, timbunan plak yang terbuat dari kolesterol dan limbah lainnya akan terkumpul di titik cedera atau yang dikenal dengan nama aterosklerosis. Jika nggak disadari, permukaan plak akan pecah, kemudian sel darah bisa menggumpal dan menyebabkan serangan jantung.

Sebagaimana penyakit kronis lainnya, pola hidup kurang sehat turut berkontribusi dalam menyebabkan seseorang terserang jantung koroner. Kegiatan seperti merokok dan mengabaikan pola hidup sehat bisa membuat tubuh rentan untuk terserang penyakit ini.
Penyebab lainnya yang membuat tubuh terserang penyakit jantung koroner adalah tekanan darah serta kolesterol yang tinggi. Selain itu, diabetes atau resistensi insulin juga turut menyumbang risiko seseorang dalam terserang penyakit jantung koroner.

Penyakit jantung koroner sangat perlu diwaspadai dan nggak boleh diremehkan begitu saja. Selain bisa menyebabkan serangan jantung, penyakit ini juga bisa menyebabkan komplikasi yang memperburuk kondisi kesehatan tubuh.
Sebut saja nyeri dada atau angina akibat arteri koroner yang menyempit akibat jantung nggak menerima cukup darah sesuai kebutuhan tubuh. Dalam kondisi kronis, kekurangan oksigen dan nutrisi akibat penyakit jantung koroner juga menyebabkan risiko kematian akibat gagal jantung.

Nggak boleh diremehkan, penyakit jantung koroner memang sebaiknya dicegah sebelum terlambat. Menerapkan pola hidup sehat menjadi cara paling mendasar untuk mencegah sekaligus mengobati penyakit jantung koroner. Selain itu, kontrol kondisi tubuh seperti tekanan darah, kolesterol dan diabetes. Melalui cara ini, risiko terserang penyakit jantung koroner bisa ditekan sekaligus mencegah gangguan kesehatan lainnya.
Meskipun sudah menerapkan berbagai cara dan mengetahui gejalanya, tetap jangan melakukan self-diagnosis ketika mengalami gangguan kesehatan ya. Untuk mengetahui lebih banyak soal penyakit jantung koroner, yuk ikutan webinar 'Deteksi Penyakit Jantung, Namun Tetap Jangan Self-Diagnosis ya!' persembahan dari Halodoc.
Penjelasan lengkap mengenai penyakit jantung koroner seperti gejala, pencegahan, hingga penanganan bakal dikupas tuntas dalam webinar yang diadakan via aplikasi Zoom ini. Bakal ada dokter dari Halodoc yaitu dr. Adhestiro Harnindyo Putro, SpJP, FIHA yang bakal menjelaskan secara lengkap tentang penyakit jantung koroner. Makin lengkap dengan hadirnya influencer Debby Meylia yang bakal turut ambil bagian dalam webinar ini.
Webinar ini bakal berlangsung pada hari Jumat, 18 Juni 2021 mulai jam 3 sore. Selain mendapatkan informasi lengkap mengenai penyakit jantung koroner, peserta yang mendaftar juga berkesempatan untuk bergabung dalam WhatsApp Group dan dapat berkonsultasi langsung dengan dokter ahli di bidangnya.
Tunggu apa lagi, cegah penyakit jantung koroner bersama ahlinya melalui webinar bertajuk 'Deteksi Penyakit Jantung, Namun Tetap Jangan Self-Diagnosis ya!'. Untuk link pendaftarannya, bisa kamu dapatkan di sini!
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim, Dokter Reviewer Content Halodoc
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya