Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi. (Source: Shutterstock)
Dream - Kerap merasa pegal atau mudah lelah setelah duduk maupun berdiri untuk waktu lama bisa disebabkan masalah pada kepadatan tulang. Menurunnya kepadatan tulang tidak hanya terjadi di usia lanjut, tapi berpotensi dialami lebih dini karena beberapa faktor.
Rendahnya kepadatan tulang seringkali disebut osteopenia. Kondisi ini belum separah osteoporosis, namun orang yang mengalami osteopenia bisa memiliki tulang rapuh jika tidak segera diatasi.
Dilansir dari Webmd, osteopenia cenderung lebih banyak dialami wanita atau orang yang memiliki riwayat osteoporosis. Biasanya kadar kalsium pada wanita lebih rendah dibandingkan pria, sehingga potensi terkena osteopenia maupun osteoporosis lebih tinggi.
Osteopenia bisa dialami jelang usia 30 dan semakin parah di atas usia 50. Sahabat Dream bisa mengalaminya lebih dulu jika tidak melakukan pencegahan serta memiliki tulang yang rapuh.

Foto: Shutterstock
Beberapa kondisi medis bisa memicu osteopenia, seperti gangguan makan, kemoterapi, gangguan tiroid, serta pemakaian steroid. Gangguan makan seperti anorexia dan bulimia sendiri bisa menyebabkan osteopenia karena tubuh kekurangan nutrisi untuk menjaga tulang tetap kuat.
Pola hidup juga berpengaruh besar pada kepadatan tulang. Kurang konsumsi vitamin D, tidak melakukan weight atau strength training, merokok, serta sering minum minuman beralkohol bisa membuat tulangmu lebih rapuh.
Gejala Osteopenia
Osteopenia tidak memiliki gejala khusus, tapi kamu bisa memeriksakan kondisi tulangmu pada dokter. Bahkan, Sahabat Dream bisa melakukan tes kepadatan tulang di beberapa tempat secara gratis.
Kamu juga bisa mulai berhati-hati jika sudah berusia di atas 65 tahun, menopause, memiliki riwayat osteoporosis, mengalami patah tulang di atas usia 50 tahun, sering sakit punggung saat duduk, berdiri maupun berjalan, serta perubahan bentuk tulang belakang.

Foto: Shutterstock
Cegah dan atasi osteopenia dengan melakukan strength atau bodyweight training secara rutin, mengonsumsi yogurt, susu, maupun keju, bayam, brokoli, kacang-kacangan, telur, sarden, roti, dan jeruk.
Sahabat Dream juga bisa berjemur saat UV index masih cukup rendah di pagi hari sambil menggunakan tabir surya, mengonsumsi suplemen, serta menghindari rokok dan alkohol.
Laporan Hany Puspita Sari
Dream - Cukup banyak orang yang sering mengalami sakit pinggang. Apalagi, jika sering duduk untuk waktu lama atau mengangkat beban berat.
Hal ini bisa mengganggu produktivitas dan membuatmu kurang nyaman berkegiatan. Selain menjaga postur, kamu bisa mencegah sakit pinggang dengan melakukan beberapa gerakan untuk memperkuat tulang belakang.
Lakukan gerakan yang direkomendasikan Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, Edbert Wreksoatmodjo agar tulang punggung kuat dan tidak mudah sakit pinggang.

Foto: Instagram @dr.edbert
Berbaring di atas permukaan yang datar dan tekuk lututmu. Lalu, angkat otot perut dan tahan 5 detik. Pastikan punggung dan bokong tidak terangkat untuk mengaktivasi otot perut. Lakukan 5-10 kali sebanyak 2 set setiap hari.

Foto: Instagram @dr.edbert
Angkat betis saat berbaring dan pastikan lututmu membentuk sudut 90 derajat. Bertahan pada posisi yang sama selama 15 detik dan ulangi 5-10 kali sebanyak 1-2 kali sehari untuk mengaktivasi otot perut.

Foto: Instagram @dr.edbert
Berbaring dan luruskan kedua tangan di samping tubuh. Tekuk lutut dan angkat punggung serta bokong. Tahan selama 5 detik dan ulangi 10 kali sebanyak 2-3 set untuk memperkuat otot perut, paha, serta punggung bawah.

Foto: Instagram @dr.edbert
Berbaring telungkup dan ganjal perut menggunakan bantal. Pastikan kakimu lurus dan letakkan kedua tangan di samping kepala.
Jauhkan dada dan kepala dari permukaan kasur atau matras. Lalu, tahan selama 3 detik dan ulangi 10 kali sebanyak 2-3 set.

Foto: Instagram @dr.edbert
Masih dengan posisi badan menghadap ke bawah, sanggah tubuhmu dengan memanjangkan tangan kiri dan tekuk lutut kanan.
Lalu, rentangkan tangan kanan dan kaki kiri ke arah depan serta belakang. Tahan selama 5 detik dan ulangi 10 kali sebanyak 2-3 set. Lakukan hal yang sama pada sisi tangan dan kaki lainnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya