Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Memakai Skincare. (Source: Shutterstock)
Dream - Semakin banyak orang yang memilih skincare berdasarkan bahan aktif atau kandungan di dalamnya. Bahan aktif yang dicari, disesuaikan dengan kebutuhan kulit masing-masing.
Misalnya, orang yang ingin membuat wajah tampak awet muda akan memilih skincare dengan kandungan retinol untuk mencegah munculnya tanda penuaan. Perlu diingat, tidak semua orang bisa bebas memilih kandungan yang ingin dipakai untuk mendapatkan penampilan tertentu.
Pasalnya, bahan aktif pada skincare juga bisa menyebabkan iritasi. Kamu perlu memperhatikan konsentrasi atau persentase bahan aktif pada skincare untuk mengontrol jumlah kandungan agar tidak mudah teriritasi.
Masing-masing kandungan skincare memiliki persentase ideal. Berdasarkan penuturan dokter Estetika Abelina, umumnya, niacinamide memiliki konsentrasi sekitar 2,5-5 persen pada skincare.

Foto: Fav Beauty
" Menurut penelitian, biasanya niacinamide sekitar 2,5-5 persen. Itu sudah cukup untuk mengontrol produksi sebum. Tapi kalau untuk brightening, efektifnya 5-10 persen," ujarnya dalam Soft Launching Fav Beauty di Amy & Cake Bintaro, Tangerang Selatan, Kamis 23 Februari 2023.

Foto: Shutterstock
Hampir sama dengan niacinamide, BHA juga idealnya memiliki persentase 2,5-5 persen. Sementara vitamin C memiliki persentase 10-20 persen.
" Vitamin C ada banyak tipenya, ada ascorbic acid, banyak banget tipe vitamin C, harus dibaca sendiri dulu," ujarnya.
Ia juga mengungkap persentase ideal glycolic acid mencapai 10 persen untuk dipakai setiap hari. Persentase tersebut harus disesuaikan dengan toleransi dan kebutuhan kulit masing-masing.
" Ketahanan kulit seseorang beda-beda. Coba pakai dari persentase yang paling rendah dulu. Jangan sampai jadi overexfoliate. Kalau sudah muncul efek positif dari pemakaiannya, baru dinaikin persentasenya," kata dr. Abel.
Menurutnya, kulit kering dan sensitif lebih cocok dengan persentase bahan aktif yang rendah agar tidak mudah teriritasi. Sementara kulit berminyak cenderung lebih 'kebal' dengan persentase bahan aktif yang lebih tinggi.
" Biasanya, kulit kering sepaket sama sensitif. Persentase rendah biasanya sudah cukup. Tapi kalau kulit berminyak, kulitnya lebih tebal, cadangan kolagennya lebih banyak, dan tahan terhadap bahan aktif," ungkapnya.
Dream - Retinol merupakan formula yang selalu dicari saat memilih skincarea. Zat aktif yang merupakan turunan vitamin A ini, memang memiliki sifat anti-aging, bisa mengatasi jerawat, serta menghambat munculkan kerutan.
Tak heran kalau banyak perempuan selalu menyertakan produk yang menganduk retinol dan skincare rutin hariannya. Manfaatnya untuk kecantikan dan kesehatan kulit memang cukup banyak, tapi bagi perempuan yang sedang hamil bisa berbahaya.

Dikutip dari KlikDokter.com, penggunaan retinol untuk ibu hamil ternyata tidak dianjurkan. Ada beberapa risiko yang bisa membahayakan janin dalam kandungan jika saat hamil ibu menggunakan retinol secara rutin, yaitu:
- Berpotensi menimbulkan gangguan saraf pada ibu maupun janin, terutama bila retinol yang digunakan adalah retinol oral (diminum)
- Salah satu kondisi yang dapat terjadi pada janin adalah fetal retinoid syndrome, yaitu bayi mengalami cacat bawaan yang diakibatkan konsumsi retinoid selama kehamilan.
Hal ini juga berlaku untuk retinol yang berbentuk krim, toner dan lainnya. Penggunaannya selama hamil sebaiknya dihindari. Sebab, kandungan aktif retinoid tetap dapat masuk ke peredaran darah melalui kulit.

Biasanya retinol ini tertulis dalam produk dengan Retin-A, Asam retinoat, Retinoid, Tazarotene. Jadi, cobalah lebih selektif untuk memilih produk skincarea selama hamil. Jika memang ragu, konsultasikan dengan dokter.
Penjelasan selengkapnya baca di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya