Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gudeg (Foto: Shutterstock)
Dream - Nangka muda dengan warna cokelat kehitaman disajikan di kuali tanah liat. Begitu legit saat digigit. Disajikan dengan suwiran ayam, telur pindang dan kerecek. Membayangkan sajian gudeg memang bisa langsung memantik selera makan.
Menu gudeg kini bisa dengan mudah ditemui di berbagai daerah di Indonesia, meskipun yang otentik berada di Yogyakarta. Sahabat Dream pernah berpikir mengapa menu tersebut dinamakan gudeg?
Jawabannya harus menelusuri sejarah Mataram. Konon, makanan yang menjadi ikon Kota Yogyakarta ini sudah ditemukan pada masa Kesultanan Mataram Islam pertama. Jauh lebih dulu sebelum nama kota Yogyakarta digaungkan.
Saat Kesultanan Mataram Islam hendak didirikan, Panembahan Senopati harus 'babat alas' Alas Mentaok atau membuka hutan belantara untuk memperluas wilayah. Panembahan Senopati memerintah prajurit Mataram dan semua kaum pekerja untuk 'babat alas' yang kelak bernama Yogyakarta ini.
Ternyata, di Alas Mentaok tersebut terdapat banyak pohon nangka dan kelapa. Pada saat itu, nangka yang sudah matang langsung dimakan dan kelapa muda juga dijadikan minuman. Nangka muda dan kepala tua tentunya sayang dibiarkan begitu saja.

Akhirnya nangka muda dan santan yang dihasilkan dari kelapa dimasak dan dijadikan santapan bersama. Banyaknya prajurit dan pekerja pada saat itu, mengharuskan memasak dalam jumlah yang banyak.
Dimasaklah nangka muda dengan santan dari kelapa ditambah gula aren, berbagai macam bumbu, serta rempah-rempah, di dalam kuali besar.
Baca kelanjutan kisah gudeg di Diadona.id
Dream - Lee Seung Gi, selebritas asal Korea Selatan rupanya sedang ada di Indonesia. Tak ada informasi sebelumnya kalau aktor tampan itu bakal mengunjungi kota Gudeg.

Seung Gi datang Yogyakarta ternyata bukan untuk menemui para penggemar atau menggelar konser. Ada pekerjaan yang harus dilakukannya, yaitu syuting variety show berjudul " 2 Man Trip" .
Tak sendirian, Seung Gi juga bersama seleb Taiwan, Jasper Liu. Selama di Yogyakarta, dua pria ini menyempatkan cicipi cenil lupis ternama seantero dunia bikinan Mbah Satinem.
Mbah Satinem, sang pembuat sekaligus penjual cenil, memang sangat populer bukan hanya di Indonesia, tapi juga berbagai negara. Dagangannya jadi incaran turis asing saat datang Yogyakarta.
•kdm• Lee seung gi lagi di jogja donggg ðŸ˜ðŸ˜ pic.twitter.com/sTTVRPEBWW
— K-Drama Menfess // RULES CEK LIKES (@kdrama_menfess)September 3, 2019
Hal ini lantaran serial Netflix berjudul 'Street Food' yang mengulas lupis buatannya yang begitu melegenda di Yogyakarta. Ada potongan video yang tersebar di Twitter, saat Seung Gi sedang membeli lupis Mbah Satinem.
Si mbah yang sudah berjualan cenil lupis selama 50 tahun, melayani aktor tersebut dengan sangat ramah. Potongan lupis ditaruh di daun pisang, lalu ditaruh cenil berwarna kemerahan, ditabur kelapa dan disiram gula merah cair.

Duh, bikin ngiler. Sahabat Dream sudah pernah mencicipinya? Jangan sampai kalah dengan Seung Gi.
Laporan Rahmi Safitri/ Sumber: Kapanlagi.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya