Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ibu Hamil (Foto: Shutterstock)
Dream - Kondisi kehamilan membuat tubuh jadi sangat berbeda dari biasanya. Jika biasanya ibu tak bermasalah dengan keputihan, saat hamil keputihan bisa terjadi lebih sering.
Dikutip dari laman Fit Pregnancy, Karen Nordahl, M.D. salah satu pendiri Vancouver, British Columbia-based Fit to Deliver International dan Fit Pregnancy, mengungkap jika beberapa perempuan akan mengalami masalah keputihan yang lebih serius saat hamil.
Selain perubahan hormon, ada beberapa penyebab lain dari keputihan selama kehamilan. Penyebab tersebut antara lain adalah adanya infeksi ragi.
" Biasanya, infeksi ragi ditandai dengan gatal, kemerahan dan nyeri di daerah Miss v. Karena infeksi ragi, beberapa perempuan juga akan merasa sakit dan seperti terbakar di area miss v saat ia melakukan hubungan intim pun sekedar buang air kecil. Keputihan ini masih bisa dikatakan normal," kata dr. Karen.
Penyebab keputihan selanjutnya disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri. Ini seringkali ditandai dengan keluarnya cairan berbau dan berwarna, sensasi gatal dan seperti terbakar yang cukup hebat serta nyeri berlebih.
Menurut para ahli, keputihan ini bisa dikatakan tidak normal dan cukup berbahaya. Ini bahkan bisa menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur.
" Keputihan juga bisa terjadi karena adanya penyakit menular seksual (PMS). Pola hidup yang tidak sehat, sering gonta-ganti pasangan dan sejenisnya bisa meningkatkan risiko PMS," ujar dr. April Sarvis, M. D., seorang OB-GYN di Bloomfield Hills.
Keputihan karena PMS bisa menyebabkan kelahiran prematur, infeksi rahim bahkan kematian pada janin. Termasuk, risiko kesehatan yang lebih serius pada ibu hamil.
Jika menemukan tanda-tanda keputihan abnormal saat hamil, jangan segan untuk segera memeriksakan kondisi kesehatan di bidan atau dokter kandungan. Selama kehamilan, pastikan untuk memeriksakan kandungan secara rutin.
Laporan Mimi Rohmitriasih/ Sumber Fimela.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam