7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Dr. Ghufron Saat Berikan ASI Perah Untuk Buah Hatinya (Foto: Instagram @alghufron)
Dream - Masih banyak orang yang menganggap kalau menyusui hanyalah tugas ibu. Padahal peran ayah sangat besar untuk keberhasilan menyusui. Salah satunya adalah memberikan ASI dari ibu yang sudah dipompa.
Sebuah cara unik dilakukan oleh dr. Ghufron, yang juga seorang influencer. Demi membuat bayinya tak menangis saat minum ASI dari botol yang dipegangnya, ia sampai pakai topeng.
Tentunya topeng yang digunakan bukan topeng sembarang, tapi ditempel foto istrinya. Tampaknya usaha sang dokter tak sia-sia. Si bayi terlihat tenang menikmati susu dari botol sambil memandangi topeng berwajah ibunya.

Para ayah jaman sekarang harus berperan serta dalam mengurus bayi/anak. Supaya anak dapat merasakan kehadiran dan peran dari kedua orangtua nya. Agar anak juga bisa merasakan dinamika dan mengenal bahwa bersama ayah dan ibu sama2 menyenangkan.Dengan ikut berperan menjadi Ayah ASI, para ayah juga mengurangi beban Ibu baik fisik atau pun lelah secara psikologis," tulisnya dalam keterangan foto tersebut.
© Dream
Momen kocak itu diunggah dr. Ghufron di akun Instagramnya. Tak lupa ia juga memberikan tips untuk para ayah saat ingin memberikan ASI pada bayinya. Sangat mudah! Lihat saja videonya.
View this post on Instagram
© Dream
Dream - Masa awal menyusui membutuhkan banyak penyesuaian, baik bagi ibu maupun bayi. Sederet masalah kerap muncul, seperti puting lecet hingga berdarah, bayi selalu rewel saat menyusu, ibu mengalami nyeri punggung dan masih banyak lagi.
Penting bagi ibu untuk mencari bantuan dengan berkonsultasi dengan konselor laktasi. Biasanya, di rumah sakit atau klinik ibu dan anak, terdapat konselor laktasi bersertifikat.
Sayangnya dalam situasi pandemi seperti sekarang, ibu dan bayi sebaiknya tidak berkunjung ke RS jika tidak mendesak. Konsultasi laktasi bisa dilakukan secara hotline. Salah satu yang menyediakan konsultasi menyusui adalah Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Pusat.
" Mengingat permintaan yang besar di area DKI Jakarta yg memerlukan layanan konseling di masa Pandemi #COVID19, AIMI Pusat membuka layanan konseling menyusui via telp/WA Call GRATIS untuk mereka di area DKI JAKARTA & sekitarnya. Mohon dicatat lagi bahwa area layanan AIMI Pusat di saat normal dan pandemi adalah DKI Jakarta & sekitarnya," tulis AIMI di akun Instagram resminya.
© Dream
Bagi para ibu yang sangat membutuhkan konsultasi laktasi, bisa menghubungi nomor 0812-9432-5526 untuk mengatur jadwal konseling. Proses pendaftaran dapat dilakukan hari Senin hingga Jumat pukul 10.000 - 17.00 WIB.

(Sumber: AIMI Pusat)
Tetap semangat menyusui, para Bunda!
© Dream
Dream - Masuknya virus corona (Covid-19) ke Indonesia, pastinya menimbulkan kekhawatiran. Terutama para ibu yang masih menyusui dan baru saja melakukan perjalanan dari negara-negara dengan kasus corona yang cukup tinggi.
Mungkin banyak yang penasaran, bagaimana bila ibu menyusui terkena virus corona. Apakah harus tetap menyusui? Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) dan AyahASI membuat panduan singkat bila ada kasus ibu menyusui yang positif corona, berdasarkan informasi dari UNICEF.
Semua ibu yang terdampak dan berada di wilayah berisiko serta menunjukkan gejala demam, batuk atau kesulitan bernapas, harus segera mencari bantuan medis dan mengikuti petunjuk dari petugas kesehatan.
© Dream
Karena pertimbangan bahwa menyusui dan ASI tidak memiliki peran signifikan dalam penyebaran virus pernapasan lain, maka ibu dapat terus melanjutkan menyusui, sambil melakukan semua tindakan pencegahan yang diperlukan.
Untuk ibu yang memiliki gejala tapi masih bisa menyusui, tindakan pencegahan yang dimaksud adalah memakai masker ketika berada di sekitar anak. Termasuk ketika sedang menyusui), mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan kontak dengan anak (termasuk menyusui), dan membersihkan/memberi desinfektan pada permukaan yang terkontaminasi.

Hal tersebut sebagaimana seharusnya dilakukan untuk tiap kali seseorang yang telah dikonfirmasi atau dicurigai terkena COVID-19 berinteraksi dengan orang lain, termasuk anak anak.
Jika kondisi ibu terlalu payah atau harus diisolasi maka disarankan untuk memerah ASI dan memberikannya ke anak melalui cangkir dan/atau sendok bersih. Tetap jaga kesehatan, Sahabat Dream!
Sumber: AIMI
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?