Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Instagram @hennaandhijabs
Dream - Para tenaga kesehatan mendapat tantangan besar selama pandemi corona. Mereka berjuang di garda depan untuk menangani pasien terinfeksi Covid-19.
Ketika bekerja di rumah sakit, tenaga medis harus berjibaku dengan sederet alat pelindung diri (APD) hingga masker khusus. Hal ini juga menjadi tantangan bagi mereka yang berhijab.
Hijaber harus menjaga kerudungnya tetap bersih. Beberapa wanita bahkan harus mengganti hijabnya setiap kali melakukan shift di rumah sakit demi mencegah kontaminasi virus.
Melihat kebutuhan hijaber yang cukup rumit, desainer asal Minneapolis meluncurkan inovasi hijab untuk para tenaga medis.
Hilal Ibrahim merancang hijab dari material yang mudah dicuci dan dapat digunakan berkali-kali. Pemilik butik Henna & Hijabs itu telah bereksperimen dengan memakai bahan tekstil khusus medis.
Hijab terbuat dari bahan kain jersey yang ringan seingga tidak menimbulkan rasa sesak, terutama ketika dipadu bersama APD. Bahan yang digunakan juga ramah lingkungan.
Terlalu sering mencuci hijab biasanya membuat kain menjadi cepat rusak. Namun dengan hijab ini, Hilal memastikan bahan materialnya cukup kuat sehingga tahan apabila dicuci berkali-kali.
Dilansir dari Vogue, hijab dijual dalam berbagai varian warna cantik agar tampilan tetap modis. Mulai dari hitam, tan, merah, mustard dan biru.

Foto: Instagram @hennaandhijabs
Saat ini Hilal sudah mendonasikan lebih dari 700 hijjab untuk dokter dan perawat yang menangani pandemi Covid-19. Tak hanya di Minneapolis, ia juga membagikan hijab kepada tenaga medis di penjuru Amerika Serikat.
Sebelumnya Hilal Ibrahim juga pernah bekerjasama dengan Park Nicollet dan HealtPartners dalam mendesain hijab medis untuk kalangan profesional.
Dream - Masyarakat tengah bersiap memasuki era The New Normal. Kenormalan baru ini cukup mengubah pola hidup masyarakat di tengah pandemi corona.
Berbagai protokol kesehatan diperketat guna mencegah penularan Covid-19. Masyarakat harus lebih terbiasa menjaga kebersihan diri, terutama ketika pergi ke luar rumah.
Selain mengubah kebiasaan, hal-hal kecil seperti cara berpakaian juga ikut berubah. Tak terkecuali model busana muslim.
Beberapa hijab tertentu mungkin kurang cocok dipakai di era The New Normal. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini rekomendasi fashion hijab yang cocok dipakai untuk menjalani The New Normal.

Foto: Third Day
Masker menjadi benda wajib yang harus digunakan saat berpergian. Beberapa brand melakukan inovasi dengan membuat hijab yang telah dilengkapi dengan masker. Praktis bukan?

Foto: Instagram @geraihawa
Banyak orang memakai baju yang lebih tertutup ketika berpergian di tengah pandemi. Tak sedikit pula yang beralih memakai busana syar'i. French khimar sangat cocok digunakan oleh pemula. Selain praktis, baju hijab ini biasanya juga dilengkapi dengan niqab atau cadar.

Foto: Instagram @trinycta
Bergo alias jilbab instan mendadak populer di tengah pandemi. Banyak muslimah memakainya ketika WFH di rumah. Hijab ini sangat cocok digunakan di era New Normal, terlebih buat kamu yang masih sering WFH dan tidak suka tampil ribet.

Foto: Hijabenka
Manset jenis ini dilengkapi dengan bagian lengan yang mencapai telapak tangan. Selain lebih syar'i, manset ini juga dapat melindungi tubuh lebih baik karena modelnya yang tertutup.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya