6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Helm Mana Yang Cocok Untuk Berkendara Di Perkotaan? (Foto: Shutterstock)
Dream – Helm menjadi salah satu perangkat standar yang wajib digunakan oleh pengendara sepeda motor. Dengan helm, pengendara bisa menekan risiko cedera di kepala ketika terjadi kecelakaan.
Executive Director RCV Helmet Indonesia, Ryan Richard, mengatakan masyarakat sering salah paham tentang helm. Helm sering diartikan sebagai penjamin keselamatan. Padahal, fungsi utamanya adalah meredam tekanan benturan.
“ Tapi (soal helm) nggak sesederhana itu, kalau bicara riding, walaupun pakai helm kita enggak bisa lihat apakah aman. Tabrakan nggak bisa diukur, kalau kita pakai helm atau enggak berarti Anda selamat. Nggak ada hubungannya sama itu,” kata Ryan kepada Liputan6.com, dikutip Jumat 23 November 2018.
Bicara tentang helm, kata Ryan, ada dua bentuk helm yang sering digunakan oleh para pengendara, yaitu helm half face atau open face dan full face. Helm yang paling aman digunakan adalah full face daripada half face.

“ Tapi, kalau dilihat dari medan dalam arti traffic ibu kota beda sama riding jarak jauh. Touring pakai apa? Jelas helm full face,” kata dia.
Berkendara sepeda motor di dalam maupun luar kota tidaklah sama. Baik dari sisi gaya berkendara maupun laju kecepatan sangat jauh berbeda.
Oleh karena itu, dia menyarakan untuk berkendara dalam kota ada baiknya menggunakan half face.

“ Kenapa? Karena traffic-nya banyak lalu lalang. Perbedaan full face dan half face adalah visornya. Kalau pakai full face, biasanya akan terganggu, gerah, visibilitas terbatas,” kata dia.
Ryan mengatakan helm open face cocok digunakan di kota. “ Nah kalau di dalam kota, biasanya banyak melihat orang nyebrang sembarangan. Jadi menurut saya, open face lebih baik daripada full face,” kata dia.

Helm ini memang kurang aman digunakan untuk berkendara dalam kecepatan tinggi, tetapi ada aturan berkendara di kota.
Kecepatan maksimal di jalan antar kota sebesar 80 km per jam, sedangkan di kawasan kota maksimal 50 km per jam. Di pemukiman 30 km per jam.
(ism, Sumber: Liputan6.com/Herdi Muhardi)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
