Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Chia Seed (Foto: Pixabay)
Dream – Bagi pecinta makanan organik pasti sudah mengenal dengan Chia Seed. Makanan yang berukuran kecil ini telah menjadi perbincangan di kalangan penggila makanan sehat.
Chia seed merupakan salah satu jenis biji-bijian yang berasal dari tanaman Salvia hispanica L. Chia Seed pada umumnya akan tumbuh di daerah Amerika Selatan dan Meksiko.
Seiring berjalannya waktu, chia seed dapat tumbuh dan berkembang di Indonesia.
Untuk bisa menikmati chia seed, sebelumnya harus direndam lebih dahulu dengan air matang selama beberapa menit.
Chia seed sering digunakan di dalam beberapa sajian menu makanan dan minuman seperti es dawet, yogurt, smoothies, salad, bubur oat dan masih banyak lainnya.
Banyaknya para penjual menggunakan chia seed dikarenakan biji ini memiliki sejumlah manfaat. Manfaat yang ditimbulkan oleh chia ceed juga bisa untuk menurunkan berat badan. Penasaran dengan manfaat chia seed lainnya?
Departemen Pertanian Ameika Serikat, menyatakan bahwa Chia Seed merupakan salah satu makanan yang bermanfaat untuk mengobati diabetes.

Hal tersebut dikarenakan biji-bijian ini memiliki kemampuan untuk membantu memperbaiki kadar tekanan darah pada para penderita diabetes.
Selain itu, Chia Seed juga mampu untuk memperlambat sistem pencernaan yang dapat dikaitkan dengan salah satu cara mencegah diabetes.
Dalam laporan yang diterbitkan UCSF Medical Center disampaikan, chia seed mengandung asam alpha-linoleat yang tinggi. Kandungan itu disebut dapat membantu mencegah timbulnya kanker payudara.

Selain memiliki kandungan asam alpha-linoleat, ternyata Chia Seed juga memiliki kandungan anti-kanker yang dapat mengurangi laju pertumbuhan tumor, serta dapat menghambat terjadinya replika sel kanker.
Menurut The Academy of Nutrition and Dietetics, chia seed yang ditambahkan ke dalam makanan ataupun minuman, dapat membantu untuk menjaga kadar kolesterol di dalam tubuh.
Hal itu karena chia seed mengandung asam lemak omega-3 yang tinggi.

Asam lemak inilah yang membuat chia seed mampu untuk menjaga kadar kolesterol di dalam tubuh. Selain itu, biji-bijian ini juga mampu untuk mencegah timbulnya penyakit jantung koroner.
Salah satu studi di Manchester mengatakan bahwa kandungan omega-3 yang tinggi pada chia seed mampu untuk melindungi kulit dari paparan sinar radiasi ultraviolet.

Tidak hanya itu saja, chia seed juga memiliki sifat anti-inflamasi yang dimana mampu membantu kulit untuk mencegah timbulnya keriput ataupun kulit menjadi kendur.
Salah satu studi yang dilakukan di Brasil telah membuktikan bahwa Chia Seed juga ikut berperan dalam pengurangan lemak di tubuh.
Selain itu, manfaat chia seed lainnya adalah dapat meningkatkan rasa kenyang serta mampu menurunkan berat badan.

Namun, hal tersebut juga didukung oleh mengkonsumsi chia seed teratur secara rutin. Kalian bisa mengkonsumsi chia seed sebanyak 25-38 gram setiap harinya yang telah dicampur dengan air. Lakukan dengan rutin untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Salah satu dari sedikit biji-bijian yang mengandung asam omega-3 yang tinggi adalah chia seed. Bahkan, kandungan asam omega-3 pada Chia Seed lebih banyak daripada kandungan di ikan salmon.
Chia seed memiliki kandungan asam omega-3 yang berjenis asam linoleate (ALA). Tahukah kalian ALA memiliki banyak manfaat?

Salah satu studi menyatakan bahwa asam omega-3 jenis ALA memiliki fungsi sebagai agen anti-inflamasi.
Dengan menjadi agen anti-inflamasi membuat chia seed juga bermanfaat untuk membantu mengurangi risiko kanker payudara, usus besar, prostat, penyakit arteri koroner, strok, serta tekanan darah.
Salah satu laporan yang diterbitkan oleh University of New Hampshire, menyatakan bahwa chia seed dapat meningkatkan metabolisme di dalam tubuh.
Hal itu dikarenakan chia seed memiliki kandungan vitamin B, zat besi, zat seg dan magnesium yang sangat banyak. Kandungan tersebutlah yang dapat membantu untuk meningkatkan energi pada diri seseorang yang mengkonsumsinya.
(ism, Sumber: honestdocs dan alodokter)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya