Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Banyak perempuan yang ingin selalu terlihat muda, baik di bagian luar maupun dalam. Tak sedikit yang rela mengeluarkan uang hingga berjuta-juta untuk terlihat ‘muda’.
Bukan hanya kulit wajah, tren ‘terlihat muda’ juga banyak dilakukan pada bagian vital wanita. Hal tersebut dilakukan dengan teknik vaginal rejuvenation atau biasa disebut peremajaaan vagina.
Prosedur vaginal rejuvenation tidak hanya melakukan perubahan pada bagian dalam melainkan juga pada bagian luar seperti labia miora, labia mayora dan klitoris agar terlihat seperti 'baru'.
Proses peremajaan vagina juga sedang marak dilakukan di Indonesia.
“ Tujuannya untuk empowering dan menambah kepercayaan diri,” ujar dr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, Sp. OG di acara Workshop Tindakan Vaginal Rejuvenation, Jakarta, Rabu 14 Agustus 2019.
Banyak yang tak menyadari bahwa seiring berjalannya waktu, bagian intim kita mengalami perubahan.

Kehamilan dan melahirkan menjadi salah satu faktor yang dikeluhkan ketika vagina menjadi kendur serta merenggang.
“ Vaginal rejuvenation ini penting untuk meningkatkan libido. Libido juga penting, membantu para wanita menjadi glowing dan tidak cranky,” ujarnya.
Dengan proses peremajaan vagina, akan tercipta jaringan baru yang membuat Miss V terlihat lebih cantik dan indah sesuai keinginan. Proses yang dibutuhkan juga terbilang singkat, hanya sekitar 20 menit.

Proses ini tentu memerlukan biaya yang cukup besar, yakni Rp5 juta - Rp15 juta tergantung dengan treatment yang diinginkan.
Selain itu, proses pembaruan vagina ini diklaim akan membebaskan wanita dari keputihan dan menghasilkan Miss V berwana cerah.
Menurut dr. Ni Komang, banyak langkah dan tes yang harus dilakukan ntuk menentukan apakah proses ini aman untuk pasien.
Wanita dengan masalah tertentu seperti diabetes melitus, penyakit jantung dan beberapa kasus lain menjadi pertimbangan dalam melakukan vaginal rejuvenation.
Selain itu, dokter juga akan melihat apakah proses ini perlu atau tidak. Jadi diperlukan konsultasi sebelum melakukan tindakan. (mut)
Laporan: Razdkanya Ramadhanty
Dream - Ini peringatan bagi wanita yang tidak mengeringkan badannya setelah mandi.
Jason James, M.D., direktur kesehatan di FemCare Ob-Gyn di Miami, Amerika Serikat, mengatakan, kebiasaan buru-buru memakai pakaian sebelum badan benar-benar kering setelah mandi akan mengundang infeksi jamur.
“ Jamur cenderung berkembang dalam lingkungan yang lembap,” ia menjelaskan. “ Itulah sebabnya kita cenderung lebih sering mengalami infeksi jamur selama musim panas."
Karena cuaca panas, kata James, orang-orang akan sering pergi berenang. Sayangnya mereka tidak benar-benar mengeringkan badan mereka setelah berenang.
Selain itu, pada musim panas orang mudah berkeringat. Keringat ini jika terakumulasi di daerah kewanita bisa menyebabkan berkembangnya jamur.
James mengatakan meningkatnya kelembapan (seperti ketika tidak memberi waktu pada bagian kewanitaan benar-benar kering pasca-mandi) dapat menciptakan tempat yang menyenangkan bagi jamur.
“ Suhu yang hangat, kelembapan, dan gesekan, semunya dapat menyebabkan iritasi dan berpotensi mengubah pH sehingga meningkatkan peluang bagi jamur untuk tumbuh terlalu cepat. Ini akan mengakibatkan masalah infeksi,” tambah James.
James mengatakan jika memang sedang terburu-buru, dia menyarankan untuk tidak memakai pakaian dalam untuk sementara ketika berpakaian sampai badan benar-benar kering.
" Anda juga bisa memakai pakaian dalam berbahan katun. Bahan kain ini akan memudahkan kulit bernapas dan sangat baik dalam mengurangi kelembapan di sekitar organ intim," katanya.
James mengatakan apa pun caranya saat mengeringkan badan, semuanya dilakukan dengan tujuan mencegah organ intim wanita dari serangan infeksi jamur.
(Sumber: glamour.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya